Ilustrasi. Foto: Freepik
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta’ala
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah Ta'ala.”
Namun, karena ini termasuk puasa sunnah, maka jika seseorang lupa berniat pada malam hari, diperbolehkan untuk membaca niat di siang hari, selama belum melakukan hal-hal yang membatalkan puasa. Ini bacaan niat siang harinya:
نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَاالْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلّٰهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma hadzal yaumi an ada’i sunnatis Syawwali lillahi ta’ala
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah Ta’ala.”
Puasa enam hari di bulan Syawal merupakan kesempatan untuk terus memperbanyak amal setelah Ramadhan. Melalui puasa ini, diharapkan umat Muslim bisa menjaga semangat ibadah, meningkatkan ketakwaan, dan makin dekat dengan Allah SWT. (mg4)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




