OJK Kediri Terima 1.381 Permintaan Layanan Konsumen

OJK Kediri Terima 1.381 Permintaan Layanan Konsumen Kepala Kantor OJK Kediri, Ismirani Saputri, saat menyampaikan paparan. Foto: Ist

Perlambatan dalam pertumbuhan kredit dibandingkan Oktober 2023 dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya yaitu kecenderungan menahan ekspansi bisnis ditengah kontestasi pemilu dan pilkada serentak tahun 2024. Kendati demikian, kualitas kredit masih terjaga dengan rasio NPL gross sebesar 2,33 persen.

Penyaluran kredit/pembiayaan di wilayah kerja Kediri masih didominasi kepada 3 sektor ekonomi utama, yaitu Perdagangan Besar dan Eceran sebesar26,76 persen, Bukan Lapangan Usaha Rumah Tangga (kepemilikan rumah,kepemilikan flat atau apartemen, kepemilikan ruko atau rukan, kepemilikan kendaraan bermotor, dan kepemilikan peralatan rumah tangga) sebesar 24,09 persen, Pertanian, Perburuan dan Kehutanan sebesar 14,72 persen.

Sementara itu, lanjut Ismirani, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) posisi Oktober 2024 tumbuh sebesar 7,20 persen (yoy) atau menjadi sebesar Rp104,442 triliun. Berdasarkan jenisnya, porsi DPK didominasi oleh tabungan dan deposito masing-masing sebesar 62,88 persen dan 25,43 persen.

Selanjutnya, kinerja industri BPR/BPRS yang berkantor pusat di wilayah kerja Kediri berada dalam kondisi terjaga dengan permodalan yang solid pada Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 47,09 persen, tingkat ketersediaan likuiditas yang memadai tercermin dari cash ratio sebesar 14,69 persen dengan rasio LDR/FDR sebesar 99,44 persen.

Sedangkan tingkat inklusi Pasar Modal di wilayah kerja Kediri terus menunjukkan pertumbuhan positif tercermin dari pertumbuhan jumlah Single Investor Identification (SID) yang mencapai 19,43 persen (yoy) menjadi 577.935 SID.

"Peningkatan jumlah investor masih didominasi oleh investor saham sebesar 25,12 persen (yoy), diikuti oleh investor Surat Berharga Negara (SBN) yang meningkat sebesar 20,56 persen (yoy), dan investor Reksadana yang meningkat sebesar 16,75 persen (yoy)," kata Ismirani.

Secara kumulatif, ia menjelaskan bahwa nilai transaksi saham pada periode Oktober 2024 (yoy) mengalami peningkatan sebesar 28,14 persen yang disertai dengan peningkatan kepemilikan saham sebesar 32,18 persen (yoy).

"Hal ini disebabkan pada bulan tersebut emiten melakukan rilis laporan kinerja (Q3 2024) secara bersamaan sinyal positif pada ekonomi global dan keuangan domestik," pungkasnya. (uji/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO