Dr.Yusuf Assegaf SH.M,Hum
PASURUAN,BANGSAONLINE.com - Kinerja Pj Bupati Nur Kholis saat memimpin Kabupaten Pasuruan selama dua bulan ini menuai sorotan tokoh masyarakat.
Dr.Yusuf Assegaf SH.M,Hum, pimpinan Ormas GAIB Perjuangan (Gema Anak Indonesia Bersatu) melihat pasifnya Nur Kholis dalam memimpin Kabupaten Pasuruan.
BACA JUGA:
- Pemkab Pasuruan Kembali Raih Opini WTP atas LKPD 2025
- Dilema PPPK dan Napas APBD Pasuruan: Komisi I DPRD Cari Formula 'Bensin'
- Kolaborasi Mas Rusdi dan Gus Shobih Wujudkan Pemerintahan Akuntabel di Kabupaten Pasuruan
- Pemkab Pasuruan Ajukan Revitalisasi Pasar Wisata Cheng Hoo Rp66 Miliar ke Pemerintah Pusat
Menurutnya, selama dua bulan terakhir menggantikan Andriyanto, tidak ada terobosan kebijakan yang dirasakan masyarakat.
"Gimana kinerja Pj.Sekarang ini kok adem ayem gak ada trobosan apa-apa, bahkan giat sosialisasi dengan tokoh saja tidak pernah," katanya kepada HARIAN BANGSA di RM Valencia, Kota Pasuruan, (05/11/2024).
Pria yang akrab dipanggil Habib Yusuf itu menilai, semestinya sebagai kepala daerah yang baru hendaknya mulai berinteraksi degan kelompok masyarakat.
Seperti sowan ke tokoh-tokoh masyarakat, ulama-ulama pemangku pesantren, pimpinan ormas lintas aktivis, jurnalis, dan tokoh oraganisasi lainya untuk membangun silaturrahmi serta sinergitas untuk meningkatkan kemajuan wilayahnya.
Ia juga mengingatkan peran kepala daerah yang harus gencar mensosialisasikan beberapa hal jelang Pilkada Serentak. Mulai kamtibmas hingga ajakan untuk menggunakan hak pilih.
"Kan wajar seorang Pj. Bupati turun lapangan menyampaikan agar masyarakat bisa melaksanakan Pilkada Damai dan riang gembira," jelas dia.
Selain itu, Habib Yusuf juga mempertanyakan program kemasyarakatan apa yang sudah dilakukannya. Mengingat, Indeks Pembangunan Masyarakat (IPM) di Kabupaten Pasuruan masih di bawah rata-rata.
Bahkan dia menegaskan, seorang Pj Bupati harus tegas dan betul-betul terlihat dalam menjalankan roda pemerintahan.
Menurutnya, jika hanya menunggu keluhan masyarakat, tidak perlu fungsi Pj Bupati. Cukup mengandalkan dinas atau OPD yang ada di Pemkab Pasuruan saja.
"Kalau cuma tunggu laporan, duduk, diam di kantor, menunggu ada kegiatan, mending gak usah Pj.Bupati. Dinas-dinas ae wes cuku, " pungkas Habib Yusuf.(afa/van)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




