Kamis, 04 Juni 2020 00:06

Kapolres Bojonegoro: Penyelidikan Kasus Blok Cepu Terus Berlanjut

Jumat, 28 Agustus 2015 15:33 WIB
Kapolres Bojonegoro: Penyelidikan Kasus Blok Cepu Terus Berlanjut
Kapolres Bojonegoro, AKBP Hendri Fiuser

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com – Penyidik Polres Bojonegoro masih mengembangkan penyelidikan kasus kerusuhan di lokasi proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and constructions/EPC 1) di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, pada Sabtu (01/08) lalu. Setelah menetapkan dua orang yang diduga pelaku kerusuhan sebagai tersangka, kini penyidik mendalami keterlibataan pelaku kerusuhan lainnya.

Saat kerusuhan terjadi sedikitnya ada 8.000 pekerja yang berada di lokasi proyek EPC 1 yang dikerjakan oleh konsorsium PT Tripatra-Samsung, rekanan Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) selaku pengelola lapangan minyak dan gas bumi (migas) Banyu Urip Blok Cepu tersebut.

Menurut Kapolres Bojonegoro, AKBP Hendri Fiuser, kedua tersangka yang diduga terlibat kerusuhan di Blok Cepu saat ini sudah ditahan di ruang tahanan Polres Bojonegoro. Selain itu, kata dia, penyidik masih terus mengembangkan penyelidikan.

"Dalam kasus ini tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru. Kami masih melakukan penyelidikan dalam perkara tersebut dan para tersangka kerusuhan yang terjadi di EPC 1 sudah ditahan," ujarnya.

Dua orang yang ditetapkan tersangka yakni yakni Rian Agustana (19), karyawan PT Wifgasindo, asal Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro. Rian Agustana dalam kerusuhan itu diduga melakukan pelemparan terhadap satu unit mobil menggunakan besi ulir yang mengenai kaca depan hingga pecah.

Selain itu, ia juga melempar pintu dan jendela kaca kantor klinik PT Tripatra menggunakan batu dan bongkahan beton. Kemudian melempar kaca jendela ruang staf PT Tripatra dan menendang mesin pendingin ruangan di depan ruang klinik PT Tripatra.

Sedangkan tersangka satunya adalah Didit Ariadi Sampurna (36), karyawan PT Alhas warga Desa Pulo Lor Kecamatan Kota, Kabupaten Jombang. Didit ditetapkan sebagai tersangka karena ikut serta melakukan pelemparan mobil, klinik kesehatan, ruang staf dan menendang mesin pendingin ruangan.

Mereka berdua ini bukan merupakan otak dari pelaku kerusuhan. Mereka diduga terlibat kerusuhan itu karena terpengaruh situasi emosional saat itu. 

Setelah kejadian kerusuhan itu, situasi di sekitar lokasi proyek migas Banyu Urip yakni di Kecamatan Gayam cukup tegang. Polisi melakukan patroli di sekeliling lokasi proyek migas Banyu Urip seluas 500 hektare tersebut. Para pekerja sempat diliburkan beberapa hari untuk menenangkan keadaan dan memperbaiki sejumlah fasilitas yang rusak. (nur/rvl)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Selasa, 02 Juni 2020 23:45 WIB
Oleh: M. Cholil NafisItulah kemudahan ajaran Islam. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, (yassiru wa la tu’assiru). Demikian prinsip ajaran Islam yang beradaptasi dengan kondisi dan zaman. Begitu juga soal pelaksanaan ibadah haji yang meny...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 03 Juni 2020 11:08 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <...