Kamis, 01 Oktober 2020 02:52

Kapolres Bojonegoro: Penyelidikan Kasus Blok Cepu Terus Berlanjut

Jumat, 28 Agustus 2015 15:33 WIB
Kapolres Bojonegoro: Penyelidikan Kasus Blok Cepu Terus Berlanjut
Kapolres Bojonegoro, AKBP Hendri Fiuser

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com – Penyidik Polres Bojonegoro masih mengembangkan penyelidikan kasus kerusuhan di lokasi proyek rekayasa, pengadaan, dan konstruksi (engineering, procurement, and constructions/EPC 1) di Kecamatan Gayam, Kabupaten Bojonegoro, pada Sabtu (01/08) lalu. Setelah menetapkan dua orang yang diduga pelaku kerusuhan sebagai tersangka, kini penyidik mendalami keterlibataan pelaku kerusuhan lainnya.

Saat kerusuhan terjadi sedikitnya ada 8.000 pekerja yang berada di lokasi proyek EPC 1 yang dikerjakan oleh konsorsium PT Tripatra-Samsung, rekanan Exxon Mobil Cepu Limited (EMCL) selaku pengelola lapangan minyak dan gas bumi (migas) Banyu Urip Blok Cepu tersebut.

Menurut Kapolres Bojonegoro, AKBP Hendri Fiuser, kedua tersangka yang diduga terlibat kerusuhan di Blok Cepu saat ini sudah ditahan di ruang tahanan Polres Bojonegoro. Selain itu, kata dia, penyidik masih terus mengembangkan penyelidikan.

"Dalam kasus ini tidak tertutup kemungkinan ada tersangka baru. Kami masih melakukan penyelidikan dalam perkara tersebut dan para tersangka kerusuhan yang terjadi di EPC 1 sudah ditahan," ujarnya.

Dua orang yang ditetapkan tersangka yakni yakni Rian Agustana (19), karyawan PT Wifgasindo, asal Desa Sonorejo, Kecamatan Padangan, Kabupaten Bojonegoro. Rian Agustana dalam kerusuhan itu diduga melakukan pelemparan terhadap satu unit mobil menggunakan besi ulir yang mengenai kaca depan hingga pecah.

Selain itu, ia juga melempar pintu dan jendela kaca kantor klinik PT Tripatra menggunakan batu dan bongkahan beton. Kemudian melempar kaca jendela ruang staf PT Tripatra dan menendang mesin pendingin ruangan di depan ruang klinik PT Tripatra.

Sedangkan tersangka satunya adalah Didit Ariadi Sampurna (36), karyawan PT Alhas warga Desa Pulo Lor Kecamatan Kota, Kabupaten Jombang. Didit ditetapkan sebagai tersangka karena ikut serta melakukan pelemparan mobil, klinik kesehatan, ruang staf dan menendang mesin pendingin ruangan.

Mereka berdua ini bukan merupakan otak dari pelaku kerusuhan. Mereka diduga terlibat kerusuhan itu karena terpengaruh situasi emosional saat itu. 

Setelah kejadian kerusuhan itu, situasi di sekitar lokasi proyek migas Banyu Urip yakni di Kecamatan Gayam cukup tegang. Polisi melakukan patroli di sekeliling lokasi proyek migas Banyu Urip seluas 500 hektare tersebut. Para pekerja sempat diliburkan beberapa hari untuk menenangkan keadaan dan memperbaiki sejumlah fasilitas yang rusak. (nur/rvl)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Minggu, 20 September 2020 21:35 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Banyuwangi banyak memiliki pantai cantik yang mempesona dengan keindahannya. Pantai yang bisa memikat para traveler datang di bumi sunrise of java ini.Tetapi bukan hanya pantai cantik saja yang menarik wisatawan mancan...
Rabu, 30 September 2020 20:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Pada tahun 90-an. Saat itu saya baru nikah. Saya bersama beberapa anak muda nongkrong di warung kopi. Tak jauh dari rumah. Warung itu terletak di pinggir jalan. Sekitar 300 meter dari Fakultas Kedokteran Universitas Ai...
Senin, 28 September 2020 22:43 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*32. waidhrib lahum matsalan rajulayni ja’alnaa li-ahadihimaa jannatayni min a’naabin wahafafnaahumaa binakhlin waja’alnaa baynahumaa zar’aanDan berikanlah (Muhammad) kepada mereka sebuah perumpamaan, dua...
Minggu, 27 September 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...