Rabu, 03 Juni 2020 22:37

Soal Ancaman Mati Tiga Jurnalis Lumajang, AJI Bojonegoro Gelar Demo di Mapolres Bojonegoro

Minggu, 08 November 2015 15:16 WIB
Soal Ancaman Mati Tiga Jurnalis Lumajang, AJI Bojonegoro Gelar Demo di Mapolres Bojonegoro
SOLIDARITAS: Anggota AJI Bojonegoro tampak membentangkan poster di depan Mapolres Bojonegoro. Foto: eky nurhadi/BANGSAONLINE

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Peristiwa tiga jurnalis di Lumajang yang mendapat teror akan dibunuh yang diduga dilakukan oleh pengusaha tambang pasir kemarin, mendapat perhatian dari Aliansi Jurnalis Indepanden (AJI) Bojonegoro.

(Baca juga: Getol Beritakan Tambang Ilegal, Tiga Wartawan TV Diancam Dibunuh dengan Bondet)

Minggu siang tadi (8/11), AJI menggelar aksi solidaritas di depan Mapolres Bojonegoro. Tujuannya, meminta pihak kepolisian untuk bertindak tegas mengadili pelaku pengirim pesan teror itu.

"Polisi jangan kalah sama preman, usut dan tindak pelaku teror kepada jurnalis," kata salah satu jurnalis Amrullah Ali Mubin, dalam orasinya.

Dalam aksi tersebut, AJI Bojonegoro meminta kepada pihak kepolisian agar mengadili pelaku yang melakukan teror kepada Wawan Sugiarto alias Iwan (TV One), Abdul Rachman (Kompas TV) dan Achmad Arief (JTV) pada Kamis (05/11) lalu.

Teror tersebut didapat usai ketuga jurnalis itu meliput di kawasan tambang pasir ilegal di Selok Awar-awar Kabupaten Lumajang. Ancaman kepada tiga jurnalis itu akan dibunuh dengan cara di bom dengan bom ikan atau bondet.

Menurut Aam -sapaan akrab Amrullah- aksi kekerasan dan teror pada jurnalis kerap terjadi. Bahkan, kata dia, pelaku tak segan membuat jurnalis yang melakukan tugasnya bisa kehilangan nyawa, dan keberadaan keluarga terancam. "Polda Jatim harus serius menangani aksi teror tersebut. Adili otak dan pelaku yang telah meneror jurnalis di Lumajang," tegasnya.

Aam juga menceritakan jika aksi pembunuhan terhadap wartawan juga pernah terjadi pada tahun 1966 lalu. Saat itu wartawan Harian Bernas, Fuad Muhammad Syafrudin alias Udin, tewas juga karena berita. Hingga saat ini, pembunuhan itu belum terungkap. 

"Polisi harus bertindak cepat dalam menangani kasus kekerasan pada jurnalis, sehingga tidak terulang pembunuhan yang menimpa jurnalis," tegasnya.

Dalam aksi tersebut, sejumlah anggota AJI Bojonegoro juga membawa poster. Salah satu isinya "Lindungi Jangan Pukuli", "Polisi Jangan Kalah sama Preman", dan "Tangkap Otak Pelaku Teror Jurnalis di Lumajang".

Selain melakukan orasi, mereka juga melakukan pengumpulan ID card dan alat rekam lainnya sebagai bentuk keprihatinannya terhadap tiga jurnalis Lumajang yang mendapat teror pembunuhan. (nur/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Selasa, 02 Juni 2020 23:45 WIB
Oleh: M. Cholil NafisItulah kemudahan ajaran Islam. Kalau bisa dipermudah mengapa dipersulit, (yassiru wa la tu’assiru). Demikian prinsip ajaran Islam yang beradaptasi dengan kondisi dan zaman. Begitu juga soal pelaksanaan ibadah haji yang meny...
Minggu, 31 Mei 2020 18:02 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*22. Sayaquuluuna tsalaatsatun raabi’uhum kalbuhum wayaquuluuna khamsatun saadisuhum kalbuhum rajman bialghaybi wayaquuluuna sab’atun watsaaminuhum kalbuhum qul rabbii a’lamu bi’iddatihim maa ya’lamuhum...
Rabu, 03 Juni 2020 11:08 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <...