Kamis, 27 Februari 2020 17:05

Peringati HTN, PMII Bojonegoro Gelar Unjuk Rasa, Anggap Program Seribu Embung Gagal

Jumat, 25 September 2015 17:27 WIB
Peringati HTN, PMII Bojonegoro Gelar Unjuk Rasa, Anggap Program Seribu Embung Gagal
TUNTUT: Puluhan mahasiswa saat di gedung DPRD Bojonegoro. Mahasiswa menuntut pengoptimalan air Bengawan Solo untuk pertanian. Foto: Eky Nurhadi/BANGSAONLINE

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Puluhan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Bojonegoro menggelar aksi unjuk rasa dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional (HTN), Jumat (25/9).

Massa PMII menyoroti program pemerintah setempat khususnya di bidang pertanian. Misalnya, program seribu embung yang kini sudah dibangun hampir 330 yang tersebar di sejumlah wilayah di Bojonegoro. Embung itu digadang-gadang akan mampu memenuhi kebutuhan pertanian selama musim kemarau seperti yang terjadi saat ini. Namun, kenyataannya saat ini embung itu sudah kering kerontang tak ada airnya.

"Kita menyoroti program pemerintah yang gagal (embung,red)," ujar koordinator aksi, Adi Nugroho di Bundaran Adipura.

Kurang lebih sebanyak empat puluh mahasiswa yang tergabung dari beberapa kampus di kota Ledre itu mengawali aksinya di Bundaran Adipura. Usai menggelar orasi di bundaran Adipura, mereka melanjutkan aksi ke gedung DPRD Bojonegoro. Selama berjalan menyusuri Jalan Diponegoro dan Trunojoyo, para aktivis juga terus berorasi.

Di gedung DPRD, mereka mempertanyakan program dan hasil-hasil pembangunan Pemkab Bojonegoro terkait infrastruktur pertanian kepada wakil rakyat. Mereka mengatakan bahwa eberapa program pemkab seperti embung, saluran pengairan, dan HIPA, pada saat musim kemarau tahun ini tidak berfungsi, sehingga para petani tidak bisa melakukan tanam dengan baik.

Menurut ketua PMII Bojonegoro, Dhili Nasrullah, tahun ini terjadi penurunan tingkat kesejahteraan khususnya para petani di Bojonegoro. Hal ini disebabkan, tidak tertatanya dengan baik sistem pertanian, sehingga para petani yang menjadi korban.

"Saat ini permasalahan air yang menjadi persoalan harus segera terpecahkan. Banyak para petani yang membiarkan sawahnya kering tanpa ditanami apapun, karena sulitnya mencari sumber air," ujarnya.

Sementara salah satu anggota Dewan, Choirul Anam yang menemui pengunjuk rasa mengaku sudah menampung aspirasi mahasiswa. Dia mengatakan akan melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisi kekeringan pertanian. "Tahun depan mudah-mudahan sudah terkelola dengan baik, sehingga para petani bisa bertanam dan sejahtera," katanya di hadapan mahasiswa. (nur/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 21 Februari 2020 20:10 WIB
TUBAN, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Tuban mempunyai wisata edukasi baru berupa Taman Kelinci. Suasana Taman Kelinci yang terletak di tepi jalan Desa Mliwang, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban ini begitu adem, asri, dan sejuk, karena jauh dar...
Senin, 24 Februari 2020 14:06 WIB
Oleh : Firman Syah Ali*Pertama Kali saya berjumpa Habib Ahmad Bin Ismail Alaydrus pada tahun 2016 lalu di Majelis Ratib beliau di Kawasan Tapos Bogor. Waktu itu saya hadir Maulid Akbar diajak oleh kakak ipar beliau, Habib Usman Arsal Alhabsyi Jakarta...
Kamis, 20 Februari 2020 11:01 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*81. Waqul jaa-a alhaqqu wazahaqa albaathilu inna albaathila kaana zahuuqanDan katakanlah, “Kebenaran telah datang dan yang batil telah lenyap.” Sungguh, yang batil itu pasti lenyap.TAFSIR AKTUALAyat kaji 80 ...
Rabu, 29 Januari 2020 10:58 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...