PWNU Sulteng: Panitia Muktamar Paksakan Formulir AHWA saat Registrasi Akibat Panik

PWNU Sulteng: Panitia Muktamar Paksakan Formulir AHWA saat Registrasi Akibat Panik Dr KH Jamaluddin Mariajang, Rais Syuriah PWNU Sulawesi Tengah.

“Kalau sampai itu terjadi berarti telah terjadi kecelakaan besar. Itu pidana. Kita akan lapor polisi. Itu bisa jadi bukti hukum,” katanya.

”Jangankan 2 atau 3 PCNU yang tak bisa masuk lokasi persidangan, 1 PCNU saja akan jadi masalah besar kalau itu terjadi. Kita akan langsung lapor polisi sebelum 24 jam,” tambahnya. (Baca juga:Praktik Kecurangan Diduga Bakal Dimulai sejak Registrasi Peserta )

Begitu juga soal kemungkinan adanya SK PWNU dan PCNU ganda mengingat mayoritas PWNU dan PCNU tak mendukung calon Rais Am dan Ketua Umum yang disodorkan elit PBNU. ”Kalau itu terjadi berarti pidana. Itu pemalsuan dokumen. Kami tak akan tinggal diam,” katanya dengan nada lantang sembari minta PBNU dan Panitia tak main-main dengan PWNU dan PCNU.

“Orang daerah bukan orang bodoh. Kita akan hadapi semua bentuk kecurangan dan pemalsuan. Memangnya NU ini milik siapa. Milik sekelompok orang atau milik siapa,” tambahnya. 

Menurut dia, masa bakti PBNU sudah kadaluarsa sejak Maret 2015 lalu. Karena itu PBNU tak boleh mengeluarkan kebijakan dan menerbitkan surat apapun yang bersifat strategis. ”Dalam AD/ART disebutkan bahwa peserta Muktamar adalah PWNU dan PCNU. Jadi adalah forum kedaulatan PWNU dan PCNU,” katanya.

Ia juga mengaku sudah mengantisipasi kemungkinan adanya preman-preman yang akan digerakkan untuk menghadang dan mengganggu PWNU dan PCNU, baik di luar arena persidangan maupun dalam persidangan. ”Kita sudah kordinasi. Rupanya orang-orang PBNU sekarang ini perlu pencerahan sehingga mereka bisa mengerti dalam berorganisasi,” katanya menyindir.

Sebelum juga diberitakan, beberapa sumber BANGSAONLINE.com menyebutkan bahwa dalam beberapa hari ini ada oknum yang bergerilya ke PCNU-PCNU untuk menebar teror. Oknum ini mendatangi pengurus PCNU di beberapa daerah sembari menyebar ancaman. Ia mengatakan bahwa pengurus PCNU belum tentu bisa menjadi peserta jika tak tunduk dan memilih calon yang mereka sodorkan dan tak mendukung AHWA. ”Apa ada jaminan sampean bisa jadi peserta, meski sampean pengurus resmi PCNU,” demikian bahasa yang disampaikan oknum itu kepada PCNU.

Namun acaman dan teror itu ternyata tidak membuat nyali PCNU ciut. Sebaliknya mereka justru tambah berani menentang AHWA. Mereka merasa tersinggung karena NU diperlakukan seperti partai politik beraliran komunis tanpa mengenal etika dan Tuhan. ”Ini sudah keterlaluan. Berarti kelompok mereka jelas gak bener dan harus dilawan untuk menyelamatkan NU,” kata seorang kiai geram. (tim)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Lihat juga video 'Mobil Dihadang Petugas, Caketum PBNU Kiai As'ad Ali dan Kiai Asep Jalan Kaki ke Pembukaan Muktamar':


Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO