Karhutla Bromo, Gubernur Khofifah Pastikan Helikopter BNPB Segera Dikerahkan untuk Water Bombing

Karhutla Bromo, Gubernur Khofifah Pastikan Helikopter BNPB Segera Dikerahkan untuk Water Bombing Gubernur Khofifah saat meninjau kebakaran hutan dan lahan di Lembah Watangan atau biasa dikenal dengan sebutan Bukit Teletubbies.

"Jadi Insya Allah helikopternya hari ini, paling lambat besok sudah bisa ke . Dan hari ini tim disini akan memaksimalkan pencarian sumber air sebagai sumber pengisian pelaksanaan water bombing," tegasnya.

Selain itu, gubernur juga akan melakukan asesmen untuk memberikan bantuan atas kerusakan jaringan pipa air bersih yang terdampak akibat kebakaran. Ia pun meminta wisatawan untuk bersabar, sebelum semua api padam dan dipastikan tidak ada lagi asap yang tersisa, maka lokasi wisata masih ditutup sebagian untuk sementara waktu. 

Hal ini untuk menjaga keamanan dan keselamatan pengunjung sekaligus agar upaya pemadaman karhulta bisa dilakukan secara komprehensif. Wisatawan dapat menikmati indahnya dan matahari terbit dari Seruni Point

"Kalau sudah selesai dan aman semua InsyaAllah BB-TNBTS akan berkoordinasi dengan PHRI untuk membuka kembali wisata di . Tapi sebelum itu harus dipastikan semua aman. Pastikan tidak ada api maupun asap. Karena kalau masih ada asap maka artinya di bawah kemungkinan masih ada api," pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BB TNBTS, Hendro Widjanarko mengatakan bahwa untuk spot wisata yang dikelola oleh TNBTS ditutup untuk sementara. Di antaranya Penanjakan, Bukit Teletubies, dan Pasir Berbisik. Namun beberapa spot wisata yang dikelola warga seperti Sunrise View masih bisa dikunjungi oleh wisatawan.

"Kemudian view di kantor kami juga cukup bagus. Wisatawan bisa melihat view Gunung dari kantor kami," ujarnya.

Berdasarkan data BPBD Jatim per Jumat (8/9/2023) pukul 16.40 WIB, lahan yang terbakar di areal TNBTS diestimasikan sekitar ± 274,71 hektare. Tidak ada korban jiwa dan cuaca terkini cerah. Pemadaman sendiri dilakukan dengan membagi 2 tim, yakni Tim Atas untuk memadamkan api di puncak Gunung Kursi, dan Tim Bawah untuk memadamkan api di lereng Gunung Kursi agar tidak meluas ke padang rumput/savana.

Selain itu, upaya penanganan yang dilakukan antara lain asesmen lokasi oleh Agen Bencana Prov. Jatim di lokasi kejadian. Tim gabungan berjumlah 50 orang juga melakukan pemadaman api dengan menggunakan gepyok dan tambahan 1 unit mobil tangki. (dev/mar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Berita Terkait

BANGSAONLINE VIDEO