Minggu, 21 Juli 2019 14:27

AJI Bojonegoro Minta Perusahaan Media Perhatikan Gaji Jurnalis

Jumat, 01 Mei 2015 18:15 WIB
AJI Bojonegoro Minta Perusahaan Media Perhatikan Gaji Jurnalis
AKSI. Sejumlah anggota AJI Bojonegoro saat menggelar aksi di depan kantor Pemkab setempat. Foto: eky nurhadi/BANGSAONLINE

BOJONEGORO, BANGSAONLINE.com - Di hari buruh internasional atau may day 1 Mei 2015 ini, sejumlah jurnalis yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bojonegoro juga menggelar aksi damai. Aksi itu digelar di depan Pemkab setempat, Jumat siang (1/5).

Para jurnalis itu menyuarakan pesan bahwa di Indonesia, khususnya Jawa Timur dan Bojonegoro masih banyak para awak media yang digaji perusahaannya jauh dibawah Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), sehingga para jurnalis itu jauh dari kata sejahtera.

Khorij Zaenal Asrori, salah satu anggota AJI mengatakan, saat ini musuh awak media bukan lagi pemerintah maupun polisi. Namun, musuh yang paling dekat tersebut adalah perusahaan medianya sendiri.

"Hal ini terbukti masih banyaknya kawan-kawan jurnalis yang gajinya dibawah UMR atau UMK. Inilah yang menyebabkan banyak penyimpangan etika jurnalis seperti menerima amplop dan penyimpangan lain," tegas Khorij.

Para anggota AJI itu berharap, seluruh awak media, khususnya yang berada di bawah naungan bendera AJI di Bojonegoro bisa mendapat haknya secara penuh sehingga bisa melakukan tugas peliputan dengan beretika dan bersih.

"Tentunya, hal ini setelah dipenuhinya hak-hak para awak media oleh perusahaannya masing masing, baik dari segi jumlah gaji hingga jaminan kesehatan yang seringkali masih diabaikan oleh para pengusaha," tandasnya.

AJI Bojonegoro juga mengutuk perusahaan media yang selama ini tidak memberikan upah layak kepada jurnalisnya, baik tingkat lokal, regional dan nasional. "Imbasnya, kalau jurnalisnya tidak digaji secara layak nanti akan menerima amplop dan lain-lain. Sesuai kode etik jurnalis hal itu dilarang," pungkasnya. (nur/rvl)

Kamis, 11 Juli 2019 16:29 WIB
YOGYAKARTA, BANGSAONLINE.com - Siapa pun pasti tersenyum membaca nama tempat wisata ini. Maklum, identik alat vital wanita: “Tempik Gundul” yang artinya alat vital wanita tanpa bulu. Apalagi tulisan yang beredar di media sosial (medsos) juga d...
Minggu, 14 Juli 2019 13:13 WIB
Oleh: Dr. KH. M. Cholil NafisBaru saja, Kamis (12/7) saya berpartisipasi dalam kegiatan Bussiness Matching The 1st Pasific Exposition yang berlangsung pada 11 s.d. 14 Juli 2019 di Auckland, Selandia Baru.Pacific Exposition merupakan salah satu kontri...
Kamis, 18 Juli 2019 13:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag57. Ulaa-ika alladziina yad’uuna yabtaghuuna ilaa rabbihimu alwasiilata ayyuhum aqrabu wayarjuuna rahmatahu wayakhaafuuna ‘adzaabahu inna ‘adzaaba rabbika kaana mahtsuuraanOrang-orang yang mereka seru itu, ...
Sabtu, 29 Juni 2019 14:36 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Dr. KH. Imam Ghazali Said. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<<<<...