Rabu, 01 April 2020 21:04

Minta Tebusan Rp 250 Juta, Densus Gagalkan Penculikan Putra Kiai Sumenep

Senin, 27 April 2015 22:51 WIB
Minta Tebusan Rp 250 Juta, Densus Gagalkan Penculikan Putra Kiai Sumenep
Mahdi menceritakan proses penculikan yang menimpa dia hingga diselamatkan tim Densus 88. (Faisal/BANGSAONLINE)

SUMENEP, BANGSAONLINE.com - Nasib nahas menimpa Qusman Imam Mahdi (34) putra Kiai Mashurat Lenteng Sumenep, Jumat (24/4) lalu. Dia nyaris menjadi korban penculikan yang didalangi santrinya sendiri. Untungnya tim dari Polda Jatim dan Densus 88 berhasil menggagalkan penculikan tersebut.

Rencana penculikan itu diawali dari aksi Nasir dan Rusly, keduanya adalah santri korban yang sehari-harinya tinggal bersama di desa Lenteng kecamatan Lenteng Sumenep. Informasi yang dihimpun BANGSAONLINE.com, ketika itu mereka (Mahdi, Nasir dan Rusly) dan Asra akan rekreasi ke bukit dan gua Payudan desa Dalaman kecamatan Guluk-guluk Sumenep. Tiba di lokasi Rusly mendadak sakit perut dan diistirahatkan di serambi masjid.

Mahdi yang sudah ada di atas bukit enggan turun ketika disuruh Nasir untuk melihat kondisi Ruly. Nasir mengulangi permintaannya pada Mahdi, Ruly ingin diobati penyakitnya oleh Mahdi. Mahdi pun luluh, turun dan mengobati Ruly. Mahdi mendoakan sahabatnya dengan air putih.

Sesaat ketika akan mengoleskan air ke perut Ruly, Ruly memagang tangan Mahdi dan memborgolnya dibantu Nasir dan Asra. Mahdi selanjutnya disekap di mobil dibawa yang menurut mereka akan dibawa ke Polres Pemekasan. Mahdi sempat merasa aman karena ke kantor polisi.

“Peran Asra kemudian digantikan Lukman dan Ento, keduanya sebagai sopir. Menurut mereka saya akan dibawa ke Polda Jatim. Sepanjang perjalanan ke Surabaya saya dianiaya,”cerita Mahdi Senin (27/4).

Ternyata mereka tidak dibawa ke Polda namun ke Semarang. Selama empat hari empat malam Mahdi disekap dan dianiaya. Mahdi pun disuruh telepon ke orang tuanya (KH Mashurt) yang intinya minta tebusan Rp 250 juta.

Kiai Mashurat yang terkenal kaya di Sumenep itu merasa terpukul mendengar anaknya dianiaya dan diculik oleh kawannya sendiri. Laporan ke Polres Sumenep kurang mendapatkan tanggapan, laporan akhirnya diteruskan ke Polda Jatim dan Densus 88. Pelaku akhirnya bisa ditangkap di Semarang.

Kelima pelaku saat ini mendekam di Polres Sumenep. hanya saja Asra, Lukman dan Ento dibiarkan lolos. Ayah korban meminta agar ketiga pelaku tersebut juga ditangkap. (fay/ns)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Sabtu, 28 Maret 2020 14:13 WIB
Oleh: M Cholil NafisSaat saya wawancara di TV atau radio banyak pertanyaan tentang hadits yang menyebutkan bahwa orang yang meninggalkan jum’atan tiga kali berturut-turut jadi keras hatinya bahkan ada yang menyebut kafir dan wajib bersyahadat kemba...
Sabtu, 28 Maret 2020 23:26 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*85. Wayas-aluunaka ‘ani alrruuhi quli alrruuhu min amri rabbii wamaa uutiitum mina al’ilmi illaa qaliilaan.Dan mereka bertanya kepadamu (Muhammad) tentang ruh. Katakanlah, “Ruh itu termasuk urusan Tuhanku,...
Jumat, 20 Maret 2020 00:31 WIB
>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, MA. SMS ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&...