Kamis, 02 Juli 2020 19:53

Terduga Pelaku Terlanjur Digebuki, Begini Kronologi Salah Paham Penculikan Bayi di Ngadiluwih Kediri

Kamis, 02 Januari 2020 18:01 WIB
Editor: Yudi Arianto
Terduga Pelaku Terlanjur Digebuki, Begini Kronologi Salah Paham Penculikan Bayi di Ngadiluwih Kediri
Ilustrasi

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Percobaan penculikan terhadap Eril Eriansyah, bayi berusia 4 bulan di Kediri, yang terjadi pada tanggal 31 Desember 2019 lalu, berdasarkan hasil pemeriksaan ternyata hanya salah paham belaka antara korban dan terduga pelaku. 

Demikian disampaikan oleh Kapolsek Ngadiluwih, AKP Muhklason kepada BANGSAONLINE.com via telepon, Kamis (2/1).

Menurut Kapolsek Ngadiluwih AKP Muhklason, terduga pelaku berinisial IS (42), sehari-harinya sering berada di musala Dusun Dukuh Selatan, Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih. Terduga IS sering membantu membersihkan musala. 

Kebetulan saat itu, Jazhila (18), warga desa setempat sedang menggendong bayinya di musala. Sedangkan suaminya sedang berjualan sate di depan musala.

"Pengakuan terduga pelaku saat pemeriksaan, mengakui hanya memegang si bayi. Saat bayinya dipegang, ibu si bayi berteriak sehingga mengundang warga mendekat dan menghajar terduga pelaku itu," ujar Muhklason. 

Masih menurut Mukhlason, terduga pelaku IS memang ada sedikit gangguan jiwa dan itu juga diakui oleh warga. "Mungkin ibu si bayi takut saat bayinya dipegang, lalu berteriak-teriak, sehingga suami dan warga pada berdatangan dan menghajar terduga pelaku itu," terangnya.

Dalam kasus ini, kapolsek mengatakan kemungkinan perkara ini dihentikan, asal ada pencabutan laporan dari orangtua si bayi. Nantinya, secepatnya kedua belah pihak akan dipertemukan.

Seperti diketahui, bayi Eril diakui orangtuanya akan diculik, bahkan sudah dua kali hendak diculik. Bayi mungil itu putri pasangan Musahwi (24) dan Nur Jazhila (18), warga Desa Dukuh, Kecamatan Ngadiluwih, Kabupaten Kediri.

Musahwi, orangtua si bayi, yang sehari-hari bermata pencaharian dengan berjualan sate ayam di depan mushola di Dusun Dukuh Selatan, Desa Dukuh Kecamatan Ngadiluwih, mengaku kalau anaknya akan diculik saat dia sedang berjualan sate. Sementara bayinya berada di gendongan ibunya yang menunggu di teras mushola.

Tiba-tiba terlihat lelaki paruh baya mondar-mandir di sekitar musala, lalu masuk hendak merebut bayi dengan cara diseret.

“Sebelumnya pelaku tidak bicara apapun dan langsung mau mengambil anak saya dengan cara diseret. Saya kan lagi jualan sate, kemudian saya lari ke mushola untuk menyelamatkan anak saya itu. Pelaku saya kejar, kemudian saya banting,” kata Mushawi saat dimintai keterangan oleh polisi, di Mapolsek Ngadiluwih. (kdr1/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 11 Maret 2020 22:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Keindahan alam di Jawa Timur adalah potensi wisata yang luar biasa. Salah satunya, Taman Wisata Genilangit di Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan. Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa datang langsung ke ikon wisata di...
Rabu, 01 Juli 2020 18:44 WIB
Oleh Fandi Akhmad Yani (Gus Yani)*Kring... Kring.. Kring.. "Hallo Pak Ketua". Terdengar suara lirih dari depan kantor DPRD Gresik saat saya keluar dari kantor. Adalah Mbah Amang Genggong. Sudah menjadi kebiasaannya setiap kali melintas di depan ged...
Rabu, 24 Juni 2020 23:47 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Rabu, 01 Juli 2020 09:19 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan al...