Dari kiri ke kanan: Narasumber dr. Ahmad Khotib, dr. Maretha Primariayu, dan Yosh Aditya sebagai moderator. (Foto: Ist.)
Adapun bahaya stunting jangka pendek yaitu menurunnya imun, tingkat kecerdasan anak, dan ekonomi keluarga dampak dari infeksi yang berulang.
"Sedangkan efek jangka panjang seperti risiko peningkatan penyakit metabolik seperti diabetes, darah tinggi, kanker," jelasnya.
Menurutnya, upaya untuk mempercepat penurunan stunting bisa dilakukan dengan menikah pada usia yang ideal dan gizi seimbang.
Sedangkan Dokter Ahmad Khotib menyampaikan bahwa sejauh ini Kabupaten Kediri masuk kriteria sehat. Ia mengimbau agar masyarakat menjaga perilaku pola hidup sehat karena berpengaruh terhada[ angka penurunan prevalensi stunting.
Menurut Ahmad Khotib, ada faktor utama untuk mencegah stunting selain pemenuhan nutrisi, yaitu gerakan masyarakat hidup sehat yang harus diterapkan sejak dini.
"Bahaya stunting pada anak usia 2 - 5 tahun, maka sampai anak berusia dewasa akan tetap stunting, dengan kata lain stunting tidak bisa disembuhkan," cetusnya.
"Upaya yang telah dilakukan oleh Dinas Kabupaten Kediri untuk mempercepat penurunan prevalensi angka stunting yaitu dengan pemberian tablet tambah darah untuk remaja putri untuk pelajar-pelajar setingkat SMA se-Kabupaten Kediri," terang Khotib.
Tablet tambah darah untuk mencegah gejala anemia yang termasuk salah satu efek stunting jangka panjang.
Usai paparan dari narasumber, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab untuk peserta sosialiasi. Mahasiswa Universitas Kadiri tampak sangat antusias mengnikuti acara ini. Terbukti dengan banyaknya pertanyaan yang diajukan untuk narasumber.
Acara ditutup dengan pemberian hadiah kepada penanya yang beruntung, serta sesi foto bersama sebagai pelengkap. (uji/adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




