Nihayah juga mengajak ratusan ibu dari 7 kecamatan wilayah barat Situbondo yang hadir dalam acara sosialisai 4 pilar tersebut, agar bisa melakukan komunikasi secara intensif dengan anaknya sebagai salah satu bentuk pengawasan agar tidak mudah terpengaruh terhadap isu-isu di luar maupun yang berkembang di media social secara liar.
“Saya tadi mengatakan pada ibu-ibu tentang persoalan yang paling dasar yaitu bagaimana ibu-ibu itu harus pintar, dalam artian pintar juga dalam mendiskusikan banyak hal kepada anak. Salah satunya adalah bagaimana agar ibu-ibu bisa merangkul anaknya untuk bisa saling berkomunikasi dengan anaknya,” terangnya.
Nihayah menekankan agar para ibu juga bisa menjadi benteng NU untuk menjaga anak-anak.
“Karena saya percaya NU ini menjadi pondasi bagi persatuan dan kesatuan Indonesia. Indonesia dengan berbagai suku bangsa, berbagai agama tetap bisa nyaman sentosa karena salah satunya ada NU sebagai pondasinya. Karena saya percaya NU salah satu aliran di Indonesai yang paling toleran terhadap perbedan-perbedaan dan asli produk Indonesia tentunya,” tegasnya.
Nihayah mengajak, kedepannya untuk menangkal paham radikalisme berkembang di Indonesia khususnya di Situbondo, para ibu yang mejadi leader-leader Muslimat dan Perempuan Bangsa yang merupakan organisasi sayap dari PKB harus bisa menularkan pemahaman kepada masyarakat lainnya di masing-masing wilayahnya.
“Ini sebagai getuk tular untuk masyarakat kedepannya, bukan hanya untuk yang hadir di sini, karena saya percaya ibu-ibu yang hadir di sini adalah leader yang tiap posisi tiap orang memiliki jama’ah dan itu menjadi lahan yang paling luar biasa, karena kita tidak lagi pada level seminar dan seminar tetapi sudah level paling bawah agar kita bisa door to door, bisa getuk tular untuk menyampaikan pemahaman ini tidak benar, dan bagaimana kita bisa menguatkan NU sebagai rahmatan lil alamin,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




