Napoleon, Kace, dan Obrolan Santri Gus Dur

Napoleon, Kace, dan Obrolan Santri Gus Dur Dahlan Iskan

SURABAYA, BANGSAONLINE.comPeristiwa Irjen Pol Napoleon Bonaparte dan M Kace heboh di media. Banyak respons muncul. Termasuk para tokoh NU yang menamakan diri Santrine Gus Dur. Bagaimana respons mereka.

Simak tulisan wartawan terkemuka, Dahlan Iskan, berjudul Tahi Napoleon di Disway pagi ini, Selasa 21 September 2021. Di bawah ini BANGSAONLINE.com menurunkan secara lengkap. Tapi agar pembaca bisa tuntas sebaiknya klik langsung BANGSAONLINE.com karena di aplikasi agregator sering terpotong dan tak lengkap. Selamat membaca:

ADA grup WA bernama –dalam bahasa Jawa– Santrine Gus Dur: muridnya Gus Dur. Saya ada di dalamnya. Saya pernah beberapa tahun menjadi direktur utama Bank Nusumma –Gus Dur menjabat Komisaris Utama dan KH Ma’ruf Amin sebagai Komisaris, bersama Mustofa Juhad.

Misi grup itu jelas sekali: meneruskan perjuangan Gus Dur –demokrasi, keadilan, inklusif, moderat, melindungi minoritas, dan seterusnya.

Dua hari terakhir bahasan hot-nya adalah Irjen Pol Napoleon Bonaparte. Jenderal polisi bintang dua itu memang lagi jadi berita (lagi): dilaporkan menganiaya tahanan lain di tahanan Bareskrim Mabes Polri. Yang lebih heboh, Bonaparte juga dilaporkan melumuri wajah tahanan lain itu dengan tahi manusia.

Tahanan lain itu Anda sudah tahu: Mohamad Kace.

Bonaparte lagi ditahan karena menerima suap dari konglomerat Mulia Group, Djoko Tjandra. Sebagai komandan interpol Indonesia, Bonaparte menghapus status buron konglomerat itu. Tentu ia punya dasar. Tapi karena ada suap di baliknya, jenderal polisi itu pun ditangkap polisi.

Kace ditahan karena dianggap menghina Islam, Allah, dan Nabi Muhammad. Kanal YouTube-nya sangat populer. Terutama dengan salam pembukaanya: Assalamu’laikum Warahmatu Yesus Wabarokatuh. Atau kalimat berikutnya yang juga sering ia ucapkan: Alhamdulil Yesus.

“Saya akan pertanggungjawaban perbuatan saya itu,” ujar Bonaparte lewat pengacaranya seperti tersiar di banyak media.

Napoleon lahir di Jakarta. Ayahnya, Mohamad Sari, orang Empat Lawang, Sumatera Selatan. Ia pengagum jenderal Prancis, Napoleon Bonaparte.

Ibu Napoleon berdarah Indo-Manado. Napoleon orangnya ganteng. Pernah jadi pemeran utama sinetron 13 seri Pedang Keadilan (1994).

Kenapa peran itu diberikan ke Napoleon? “Karena dia anggota Polri yang paling pas dari yang ada,” ujar August Melasz, sang sutradara.

Saya memang menghubungi bintang film yang masih aktif menjadi sutradara itu kemarin. “Dalam kerja film rasa memiliki itu bagian yang utama dan sahabat saya ini mempunyai itu…senses of belonging,” ujar August. Saat itu Napoleon baru berpangkat letnan satu. “Soal puas atau tidak saya serahkan ke penonton saja...,” katanya.

August kini 70 tahun. Masih aktif menggarap sinetron yang hari-hari ini tayang di ANTV: Berbagi Suami.

Perjalanan karir Napoleon Anda sudah lebih tahu: pernah jadi Kapolres Ogan Komering Hulu, Sumsel. Napoleon anak pertama dari 4 bersaudara. Orang kampung ayahnya, menurut wartawan Sumeks, Hendro, memanggil Napoleon dengan panggilan Buyung.

Simak berita selengkapnya ...