Keluarga korban (kiri) didampingi Direktur Muslimah Humanis Indonesia Mutmainnah (tengah) dan pengacara Ali Maulidi usai melaporkan hilangnya korban pencabulan ke Polda Jatim
BANGKALAN, BANGSAONLINE.com - Santriwati korban dugaan pencabulan lora Pondok Pesantren (Ponpes) Nurul Karomah, Kecamatan Galis, dilaporkan hilang dari rumahnya sejak Rabu (7/1/2026) dini hari.
Kuasa hukum korban, Ali Maulidi, mengatakan pihak keluarga telah melaporkan hilangnya korban ke Polres Bangkalan dan Polda Jawa Timur setelah dua kali 24 jam korban tidak diketahui keberadaannya.
BACA JUGA:
- Tidur di Masjid Jadi Petunjuk, Pencuri Laptop Mahasiswa UTM Dibekuk Polres Bangkalan
- Lemkapi Apresiasi Bidhumas Polda Jatim atas Keterbukaan Informasi
- Polda Jatim Ungkap Sindikat Manipulasi Data Pribadi, 3 Tersangka Ditangkap
- Diduga Tilap Uang Rp1,2 Juta, Mantan Karyawan Klinik di Bangkalan Ngaku Diminta Bayar Rp200 Juta
Ali menuturkan, hingga kini belum dapat dipastikan apakah korban diculik atau pergi meninggalkan rumah atas kemauan sendiri. Kepolisian masih mendalami penyebab hilangnya korban.
“Faktanya, sekarang korban tidak ada di rumah. Sehari sebelum hilang, korban sempat ditemui santriwati utusan Ponpes,” ungkapnya, Senin (12/1/2026).
Direktur Muslimah Humanis Indonesia (MHI), Mutmainnah menyampaikan, korban diketahui menghilang saat berada di rumah pada dini hari.
Berdasarkan keterangan keluarga, kata Mutmainnah, korban masih terlihat tidur di kamarnya pada Selasa malam sekitar pukul 00.00 WIB. Namun setelah pukul 01.00 WIB, korban sudah tidak berada di rumah.
“Tentu, ibunya kaget dan membangunkan semua saudaranya untuk melakukan pencarian, tapi tidak ada yang dapat menemukan korban,” tuturnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




