Pelanggar PPKM Darurat Dihukum Beri Makan ODGJ dan Saksikan Pemakaman di Keputih Surabaya

Pelanggar PPKM Darurat Dihukum Beri Makan ODGJ dan Saksikan Pemakaman di Keputih Surabaya Pelanggar PPKM saat disanksi menyaksikan pemakaman pasien Covid-19.

"Kami tempatkan di Liponsos selama semalam. Sekitar pukul 24.00 WIB, kami ajak ke tempat pemulasaran jenazah. Setelah itu, kami arahkan untuk melihat pemakaman dan makam warga yang meninggal karena Covid-19," kata Eddy.

Melalui sanksi tersebut, Eddy berharap bisa memberikan pelajaran kepada warga agar percaya bahwa Covid-19 itu ada. Selain itu, juga bertujuan menimbulkan empati sehingga warga sadar akan , yakni menggunakan masker, tidak berkerumun, dan tidak melanggar aturan jam malam selama PPKM darurat yang diterapkan Pemerintah Kota .

"Kami berharap dengan ini mereka dan warga lainnya sadar bahwa sangat penting untuk menerapkan dan tidak melanggar aturan jam malam selama PPKM darurat," ujar Eddy Christijanto.

Tidak hanya itu, pelanggar PPKM Darurat juga akan dilakukan tes usap. Jika hasilnya positif akan dilakukan isolasi, dan jika hasilnya negatif akan di ulangkan ke keluarganya masing-masing.

Eddy menambahkan, bagi pelanggar PPKM yang sudah menandatangani surat pernyataan kemudian masih melakukan pelanggaran kembali, mereka akan diberikan sanksi yang lebih berat yaitu kerja di Liponsos selama 5 hari dan membantu pembuatan peti jenazah. (AR)