Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa akan membuka acara MTQ XXXI Jatim tahun 2025 malam ini, Sabtu (13/9/2025).
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan pembukaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Jawa Timur Tahun 2025 di Jember siap digelar hari ini, Sabtu (13/9/2025) di Jember Sport Garden pukul 19.00 WIB.
“InsyaAllah MTQ ke-31 Jatim akan resmi dibuka hari ini, Sabtu 13 September malam di stasion Jember Sport Garden atau JSG,” katanya Khofifah.
BACA JUGA:
- Asyik! Gubernur Khofifah Bakal Gelar Program Mudik Gratis 2026, Ini Link Pendaftarannya
- Mensos RI Apresiasi Kolaborasi Pemprov Jatim dengan BPS dalam Penggunaan DTSEN
- Didukung Beragam Fitur Canggih, Trans Jatim Dapat Penghargaan Inovasi Membangun Negeri 2025
- Khofifah Undang 7 Keluarga Korban Kebakaran, Beri Santunan hingga Ganti Uang yang Hangus Terbakar
Ajang bergengsi ini akan diikuti ribuan kafilah dari 38 kabupaten/kota se-Jatim. Mereka akan berkompetisi di berbagai cabang lomba yang tersebar di sejumlah lokasi strategis di Jember.
Dalam kegiatan yang mengusung tema “Dengan MTQ XXXI Tingkat Jawa Timur, Kita Rawat Nilai-Nilai Al-Qur’an Menuju Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara”, Khofifah berharap nilai-nilai Al-Qur’an senantiasa mengiringi langkah Pemprov Jatim dalam mewujudkan cita-cita besar menjadikan Jatim sebagai Gerbang Baru Nusantara.
“Ikhtiar kita untuk mewujudkan Jawa Timur Gerbang Baru Nusantara bisa dikawal dengan nilai-nilai qurani yang membawa keberkahan bagi Jawa Timur,” ungkapnya.
Cabang lomba yang akan dipertandingkan dalam MTQ XXXI Jatim 2025 cukup beragam, mencakup aspek keindahan, kecerdasan, dan kedalaman pemahaman Al-Qur’an. Beberapa di antaranya yakni Qira’at Al-Qur’an, Tilawah Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an (Hifzh Qur’an), Fahm Al-Qur’an, Syarh Al-Qur’an, Khat Al-Qur’an, Tafsir Al-Qur’an, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
“Cabang yang dilombakan tidak hanya bagaimana membaca Al-Qur’an dengan lantunan yang indah, tetapi lebih dari itu tentang bagaimana menghafal, memahami, menafsirkan Al-Qur’an,” jelas Khofifah.
“Juga pidato, menulis indah Al-Qur’an, dan bagaimana gagasan segar serta inovatif dari ilmu pengetahuan yang didasarkan pada Al-Qur’an melalui karya tulis ilmiah Al-Qur’an,” imbuhnya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




