Mensos RI Saifullah Yusuf bersama Kepala BPS RI Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti dan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.
MALANG, BANGSAONLINE.com - Menteri Sosial (Mensos) RI, Saifullah Yusuf atau sering disapa Gus Ipul mengapresiasi kolaborasi Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, dalam penyajian Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Gus Ipul menyebut, bahwa penyusunan data, harus berkolaborasi dan mutakhir, karena data bersifat dinamis.
BACA JUGA:
- DPRD Jatim Terima LKPJ 2025, Gubernur Khofifah Tekankan Sinergi Eksekutif-Legislatif
- Pemprov dan DPRD Jatim Setujui 2 Raperda Strategis
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Orasi Ilmiah di UIN Surabaya, Mensos Gus Ipul Ulas Fondasi Indonesia Emas 2045
Selain itu, Mantan Wakil Gubernur Jawa Timur ini juga menyebutkan, jika lembaga lintas sektoral berpedoman pada data yang sama. Sehingga membuat program dari pusat dan daerah, akan berjalan linier dan tepat sasaran.
“Kalau datanya akurat, itu Insya Allah intervensi kita juga akan tepat sasaran dan berdampak. Kedua, kalau data kita sama, berpedoman pada data yang sama, maka kita sangat mudah untuk mengintegrasikan program, sehingga ego sektoral itu bisa dilihat. Nah, Jawa Timur terdepan yang memimpin Gubernurnya langsung,” kata Gus Ipul di Malang, Kamis malam (20/11/2025).
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim bersama BPS, juga meluncurkan aplikasi yang bernama Singosari, sebuah Sistem Informasi Pengelolaan Data Desa Terintegrasi yang berisi informasi yang menyajikan fungsi sosial ekonomi dengan menggunakan DTSEN.
Aplikasi ini, kedepannya, akan juga dimanfaatkan untuk ‘Posyandu Reborn’, program yang akan digagas oleh Gus Ipul.
“Jadi Pak Mendagri mengusulkan lembaga yang bisa dimanfaatkan adalah Pos Pelayanan Terpadu dengan memperkuat enam Standar Pelayanan Minimal dari Posyandu,” tutur Gus Ipul.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




