SURABAYA,BANGSAONLINE.com - Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengaku telah menerima sekitar 15 laporan terkait dugaan pungutan liar (pungli) dalam pengurusan Kartu Keluarga (KK) maupun Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Laporan tersebut diterima langsung dari masyarakat, baik melalui pesan di akun Instagram pribadi maupun WhatsApp.
BACA JUGA:Lantik 57 Pejabat Pemkot Surabaya, Eri Cahyadi: Tak Capai Target Enam Bulan, Silakan Mundur
Hal tersebut ditegaskan Wali Kota Eri usai menyaksikan penandatanganan surat pernyataan bersama kepala perangkat daerah (PD) di Graha Sawunggaling, Selasa (9/9/2025).
Penandatanganan surat pernyataan itu merupakan bentuk komitmen dari seluruh pejabat dan pegawai di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk memastikan tidak ada praktik pungli di wilayah kerja mereka.
Halaman:










