Dahlan Iskan
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Dahlan Iskan, wartawan kondang, menyajikan tulisan pendek. Bahkan sangat pendek. Tapi tokoh media asal Takeran Magetan Jawa Timur itu mengajukan pertanyaan-pertanyaan menggelitik dan solutif terkait upaya penanganan Covid-19.
Nah, siapa tahu jika pertanyaan-pertanyaan itu dijawab dengan “jujur dan tepat”, terutama oleh pemerintah, bisa membantu jadi solusi bagi penanganan Covid-19 yang kini mengalami lonjakan kasus baru dan marak lagi?
BACA JUGA:
- Dahlan Iskan Kunjungi Kota Pudak, Wakil Bupati Gresik Jabarkan Pelbagai Potensi Lokal
- BPJS Kesehatan Umumkan Pemutihan Iuran 2 Tahun untuk Peserta Terdampak Pandemi
- DItemukan 8 Ribu Kasus ISPA, Dinkes Kota Malang Imbau Warga Gunakan Masker saat Musim Pancaroba
- Mabes Polri Hentikan Kasus Dahlan Iskan, Ini Kata Kuasa Hukumnya
Bagaimana pertanyaannya? Silakan simak tulisan wartawan terkemuka itu di Disway, HARIAN BANGSA dan BANGSAONLINE.com hari ini, Jumat 18 Juni 2021. Selamat membaca:
Kali ini saya tidak membela VakNus. Saya hanya ingin sungguh-sungguh bertanya kepada pembaca. Terutama kepada para ahli, birokrat, lembaga riset, otoritas perizinan, dan siapa saja:
Ada satu barang.
Katakanlah belum punya nama.
Ia bukan vaksin.
Ia bukan obat.
Ia bukan makanan atau minuman.
Ia bukan jamu.
Barang itu lalu disuntikkan ke dalam tubuh manusia.
Sampai 17 hari kemudian orang yang disuntik ''barang itu'' tidak punya keluhan apa-apa. Tidak ada yang meriang. Tidak ada yang panas badan. Tidak ada yang sakit.






