Rabu, 04 Agustus 2021 13:19

Polresta Banyuwangi Gerebek Industri Rumahan Uang Palsu, Tersangka Residivis Tahun 2010

Kamis, 06 Mei 2021 16:38 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Teguh Prayitno
Polresta Banyuwangi Gerebek Industri Rumahan Uang Palsu, Tersangka Residivis Tahun 2010
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin saat press conference di halaman Mapolresta Banyuwangi, Kamis (6/5/2021).

BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Jelang Lebaran, Polresta Banyuwangi berhasil menggerebek industri rumahan (home industry) yang memproduksi uang palsu (upal) di Kelurahan Bulusan, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi.

Dalam penggerebekan tersebut, polisi berhasil mengamankan seorang perempuan paruh baya berinisial MW (51) dan menyita uang palsu siap edar sejumlah Rp 40.060.000, dengan macam-macam pecahan mata uang rupiah beserta alat produksi dan bahan bakunya.

"Tersangka MW ini merupakan residivis kasus yang sama pada tahun 2010 lalu. Dalam kasus ini, tersangka diduga memproduksi dan pengedar uang palsu tersebut," kata Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin kepada wartawan saat press conference di halaman Mapolresta Banyuwangi, Kamis (6/5/2021).

Modusnya, jelas Arman, uang asli di-scan lalu dicetak menggunakan kertas khusus. Kemudian uang asli tersebut dibelah menjadi dua bagian. Setelah itu, masing-masing bagian ditempelkan dengan uang palsu hasil scan tersebut. "Jadi separuh uang asli dan separuhnya uang palsu," ungkapnya.

BACA JUGA : 

Polresta Banyuwangi Amankan 40 Ribu Benih Lobster Tak Bertuan

Polresta Banyuwangi Bagikan Alkes dan Logistik Kelengkapan Kampung Tangguh Semeru di 184 KTS

Cegah Penularan Covid-19, Polresta Banyuwangi Distribusikan Alkes dan Logistik ke 184 KTS

Kapolresta Banyuwangi Bagikan 1.000 Bendera Merah Putih dan Salurkan Bansos

Arman menambahkan, setelah dicetak, uang palsu tersebut diedarkanya dengan melakukan transaksi jual beli di tengah masyarakat. Tersangka MW ini mengambil keuntungan dari perbandingan satu uang asli menghasilkan dua uang palsu. "Saat ini kami masih melakukan pengembangan terhadap jaringan tersangka MW ini," ujarnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Pasal 36 ayat 2 Jo Pasal 26 ayat 2 UU RI Nomor 7 tahun 2011 tentang mata uang. "Ancaman hukumannya hukuman penjara maksimal 10 tahun penjara atau denda Rp 10 miliar," pungkasnya. (guh/ian)

Respons Keluhan Ojol Karena Terdampak Pandemi, ASC Foundation Bagikan Paket Sembako dan Uang Bensin
Kamis, 29 Juli 2021 13:40 WIB
MOJOKERTO, BANGSAONLINE.com - Muhammad Al Barra bersama Tim ASC Foundation-nya, telah menyalurkan paket sembako kepada para pedagang terdampak PPKM darurat di 12 kecamatan di Kabupaten Mojokerto. Aksi sosial ini terus dilakukan Gus Barra. Kali i...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Rabu, 04 Agustus 2021 11:59 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*69. Qaala satajidunii in syaa-a allaahu shaabiran walaa a’shii laka amraanDia (Musa) berkata, “Insya Allah akan engkau dapati aku orang yang sabar, dan aku tidak akan menentangmu dalam urusan apa pun.”70. ...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...