Jumat, 23 April 2021 08:48

Gara-gara Tak Mau Ikut Jual Harta Warisan, Wanita di Sidoarjo Digugat 13 Saudaranya

Kamis, 25 Februari 2021 23:16 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Catur Andy Herlambang
Gara-gara Tak Mau Ikut Jual Harta Warisan, Wanita di Sidoarjo Digugat 13 Saudaranya

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Hanya gara-gara tak mau ikut jual harta warisan, Rumaita, seorang ibu 59 tahun asal Desa Banjar Kemuning, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo kini harus meladeni gugatan dari belasan saudaranya sendiri yang dilayangkan di Pengadilan Negeri (PN) Sidoarjo.

Rumaita menjadi satu-satunya tergugat yang dilayangkan 13 penggugat yang tak lain adalah saudaranya sendiri. Gugatan itu atas objek tanah tambak seluas 5 hektare yang terletak di Desa Banjar Kemuning, Kecamatan Sedati.

Kuasa Hukum Rumaita, Impi Yusnandar menjelaskan bahwa kliennya tak mau ikut menjual objek tanah tersebut bukan tanpa alasan. Sebab, kata dia, kliennya tahu persis objek tanah yang kini sudah dijual oleh saudaranya kepada pihak lain itu adalah tanah warisan.

"Klien kami (Rumaita) mengetahui terkait riwayat tanah tersebut, sehingga tidak mau ikut menjual dan tidak mau menerima uang hasil penjualan tanah tersebut yang diberi saudaranya," ucapnya usai sidang pembacaan gugatan yang diketuai Majelis Hakim PN Sidoarjo Mukhammad Muchlis, Kamis (25/2/2021).

BACA JUGA : 

Bukan Perkara Pidana, Kuasa Hukum Terdakwa Haidar Akui Keberatan Dakwaan JPU​

​Gugatan Objek Tanah Dikabulkan PN Sidoarjo, Perjuangan Puluhan Tahun Mujiono Tak Sia-sia

Kantor PN Sidoarjo ​Didatangi KPK dan Bawas MA, Ada Apa?

Eksepsi Ditunda, Pasutri Terdakwa Perkara UU ITE Sampaikan Mosi Tak Percaya Diadili di PN Sidoarjo

Impi menceritakan jika cikal bakal tanah warisan yang sempat menjadi sengketa tersebut dikuasai dan dikelola oleh almarhum Haji Said dan ahli warisnya hampir 40 tahun, sejak tahun 1950 berdasarkan Letter C Nomor 328.

Objek tersebut, sambung dia, dibeli almarhum Haji Said dari almarhum Haji Umar yang merupakan saudara kandung dari almarhum Mutiara. Almarhum Haji Umar saat itu mendapat warisan dari almarhum Mutiara.

Sementara dari ahli waris almarhum Mutiara bersengketa dengan ahli waris Haji Said atas objek tanah tersebut. Namun, Rumaita yang masih saudara dan ahli waris dari almarhum Mutiara tidak mau bersengketa soal itu.

"Karena klien kami sejak kecil diasuh oleh almarhum Haji Said mengetahui terkait hal itu (objek tanah)," jelasnya.

Begitupun, saat saudaranya memenangkan gugatan melawan ahli waris almarhum Haji Said hingga menjual objek tersebut ke pihak lain. "Klien kami tidak mau ikut menjual dan tidak mau menerima hasil penjualan tersebut," jelasnya.

Hal itu akhirnya digugat oleh 13 saudaranya lainnya yaitu Sukri, Imron Hamzah, Nur Khotimah, Ikhwan, Muhaimin, Ainur Rofiq, Latifah, Sa'adah, Asnah, Askur, Nur Wahidatul Mufarikha, dan Ahmad Syarifuddin Amrullah.

Meski demikian, kuasa hukum para penggugat ketika dikonfirmasi usai sidang enggan berkomentar atas gugatan yang diajukan tersebut.

Sementara penelusuran dalam laman website PN Sidoarjo menyebut di antaranya petitum yang diajukan para penggugat yaitu meminta gugatannya dikabulkan.

Di antaranya, memerintahkan kepada tergugat untuk melakukan perbuatan hukum berupa, bersama-sama dengan para penggugat memberi persetujuan pelepasan hak atas tanah seluas 5 hektare.

Objek itu dinilai yang telah menjadi hak para penggugat dan tergugat sebagaimana yang diterangkan oleh Berita Acara Eksekusi tertanggal 30 Oktober 2019 oleh Pengadilan Negeri Sidoarjo. (cat/ian)

BJ Habibie juga Kalah dengan Orang Madura
Jumat, 23 April 2021 00:41 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Ternyata tidak hanya Gus Dur yang kalah dengan orang Madura (Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan (6). BJ Habibie juga kalah dengan Orang Madura. Dalam Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan edisi ke-11, M Mas’ud Adnan – sang ...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Kamis, 22 April 2021 09:45 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Banyak negara mulai mengumumkan pertumbuhan ekonominya setelah didera pandemik Covid-19. Yang paling tinggi Tiongkok. Tapi pertumbuhan ekonomi India juga mengejutkan. Hanya saja Covid-19 di India gila-gilaan. Seti...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Jumat, 23 April 2021 06:48 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...