Selasa, 20 April 2021 04:03

​Kejari Pasuruan: Tak Ada Jaminan Uang dalam Status Tahanan Kota Bos Tambang Bulusari

Rabu, 03 Februari 2021 17:53 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Habibi
​Kejari Pasuruan: Tak Ada Jaminan Uang dalam Status Tahanan Kota Bos Tambang Bulusari
Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan, Jemmy Sandra saat memberikan keterangan kepada media.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Pemberian status tahanan kota bos tambang H. Samud oleh Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan yang sempat dipersoalkan oleh gabungan LSM lantaran ada tudingan jaminan uang, dibantah keras oleh Korps Adhiyaksa. Pemberian status tersebut murni permintaan keluarga lantaran yang bersangkutan sakit.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Seksi Intel Kejaksaan Negeri Kabupaten Pasuruan, Jemmy Sandra. Ia menegaskan bahwa tidak ada jaminan uang dalam status tahanan kota dua bos tambang Bulusari tersebut.

“Tidak ada jaminan uang. Tapi, lebih karena ada permohonan keluarga. Dalam permohonan itu, pihak keluarga juga menyampaikan kalau tersangka menderita sakit diabetes melitus,” terang Jemmy, Rabu (3/2/2021).

Pihaknya memastikan tidak adanya aliran uang yang masuk ke kejaksaan sebagai jaminan atas penahanan H. Samud dan Stefanus. "Atas dasar pertimbangan dari permohonan keluarga, statusnya dialihkan menjadi tahanan kota dan itu diperbolehkan dalam UU," imbuh Jemmy.

BACA JUGA : 

Penyidikan Dugaan Korupsi Dana Bergulir PKIS Rampung, Kejari Pasuruan Belum Tetapkan Tersangka

Diduga Ada Potongan 40% Pada 14 Paket Pokmas di Kota Pasuruan, Ini Tanggapan Kasi Intel Kejari

Kejari Sebut Sudah Terjunkan Tim Untuk Usut Fee 8 Persen Proyek TPA Wonokerto

Munandar: Tak Ada Fee 8%, Itu Murni Persoalan Internal KSO Proyek TPA

Meski demkian, pihak kejaksaan memastikan kasus yang melilit kedua tersangka tetap jalan terus. Pihak penyidik masih menyelesaikan berkas perkara kasus tersebut untuk selanjutnya diserahkan ke Pengadilan Negeri Bangil.

"Kami masih menyelesaikan berkas perkara yang bersangkutan. Semoga segera selesai dan segera diserahkan ke Pengadilan Tipikor," tandasnya.

Terpisah, Ketua LSM Cinta Damai Hanan yang dikonfirmasi usai menggelar audiensi menuturkan bahwa kedatangan mereka ke kantor kejaksaan adalah untuk meminta penjelasan soal isu yang berkembang terkait status H. Samud dan Stefanus. Pasalnya, berhembus kabar bahwa keduanya menjadi tahanan kota lantaran ada jaminan uang.

"Isu yang diterima para aktivis,  terdapat aliran dana masuk ke pihak kejaksaan atas status tahanan kota kedua bos tambang tersebut. Tak tanggung-tangung, nilanya lumayan besar yakni Rp 2 miliar," ujar Hanan.

Karena itu, para aktivis meminta kepada pihak kejaksaan untuk bekerja secara profesional dan terus mengusut tuntas kasus korupsi TKD Bulusari.

Sekadar diketahui, penahanan kedua bos tambang tersebut bermula dari kasus korupsi TKD Bulusari, Kecamatan Gempol yang menjerat dua tersangka, yakni Yudono (mantan Kepala Desa Bulusari) dan Bambang Nuryanto (Ketua BPD Bulusari). Kini keduanya sudah divonis.

Dari dua tersangka yang sudah divonis bersalah tersebut, pihak kejaksaan melakukan pengembangan hingga menyeret H. Samud (Bulusari) dan Stefanus (Surabaya). Keduanya telah ditetapkan tersangka lantaran ikut menerima keuntungan dari pengerukan TKD Bulusari. Ditaksir, kerugian negara mencapai Rp 3,3 miliar. (bib/par/ian)

Polisi dan Tukang Becak, Madura Kok Dilawan
Senin, 19 April 2021 21:38 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episoode ke-8 ini mereview tukang becak asal Madura yang dihadang polisi karena dianggap melanggar rambu-rambu lalu lintas. Di jalan raya itu memang tertancap rambu lalu lintas berupa ga...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...