Kamis, 29 Juli 2021 03:27

Tuntut Proyek Jembatan Rp 200 Juta Diusut, Warga Grogol Galang Uang Koin untuk Kejari Ponorogo

Selasa, 19 Januari 2021 15:17 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Novian Catur
Tuntut Proyek Jembatan Rp 200 Juta Diusut, Warga Grogol Galang Uang Koin untuk Kejari Ponorogo
Suryanto bersama pemuda Desa Mijil saat galang uang koin untuk Kejaksaan Negeri Ponorogo. foto: NOVIAN CATUR/ BANGSAONLINE

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Sejumlah warga Dukuh Mingging dan Mijil Desa Grogol Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, meggelar aksi galang uang koin untuk Kejaksaan Negeri Ponorogo, Selasa (19/1/2020). Pasalnya, mereka menilai Kejari Ponorogo tak serius dalam penanganan proyek pembangunan jembatan senilai Rp 200 juta di sejumlah desa, yang baru-baru ini viral di medsos karena hanya berupa fondasi.

Suryanto, salah satu warga Dukuh Mijil mengatakan penggalangan dana tersebut guna memberikan dukungan kepada kejari agar terus menindaklanjuti proyek pembangunan jembatan yang tersebar di 21 titik se-Kabupaten Ponorogo, antara lain di Desa Grogol Kecamatan Sawoo, dan Desa Bulak Kecamtan Balong.

"Penggalangan uang receh ini merupakan inisiatif warga serta sebagai wujud keprihatinan kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo dengan adanya proyek pembangunan jembatan yang tak selesai," katanya.

"Jelas kalau begini masyarakat yang dirugikan, karena jembatan itu merupakan akses penghubung 2 dukuh, antara Dukuh Mingging dan Dukuh Mijil. Padahal nilai anggaran sudah jelas Rp 200 juta, tapi masih berwujud dasar fondasinya saja. Bila dihitung (fondasi jembatan, red) kemungkinan hanya menghabiskan Rp 15 juta saja," terangnya.

BACA JUGA : 

Sunat BLT DD, Kasun di Ponorogo Akhirnya Minta Maaf

​Galakkan Kerja Bakti Serentak, Bupati Sugiri Sancoko Gelar Aksi Blusukan

Ada 2 Papan Nama di Proyek Pembangunan Jembatan Desa Mojopitu

Usut Jembatan Senilai Rp 200 Juta, Kejari Ponorogo Datangkan Tim Ahli dari Malang

Untuk itu, Suryanto mewakili warga meminta kejari mengusut proyek pembangunan jembatan tersebut, Apalagi, saat ini pembangunan jembatan mandek. "Bila diduga ada penyimpangan, entah itu korupsi atau yang lain, ya mohon diproses sesuai hukum yang ada," cetusnya.

Menurutnya, warga akan terus menggalang uang koin, utamanya kepada pengguna jalan yang melewati jembatan darurat hasil swadaya masyarakat. Jembatan yang terbuat dari sesek dan bambu itu dibangun masyarakat, karena jembatan yang tengah dibangun pemerintah mandek di tengah jalan dan baru akan dilanjutkan tahun ini.

"Nanti setelah dilakukan penggalangan, bila sudah terkumpul rencananya uang koin tersebut akan diberikan ke Kejaksaan Negeri Ponorogo. Dengan harapan agar Kejaksaan Negeri Ponorogo serius dalam mengusut tuntas proyek pembangunan jembatan ini," tukasnya. (nov/rev)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...