Sabtu, 15 Mei 2021 18:24

Tuntut Proyek Jembatan Rp 200 Juta Diusut, Warga Grogol Galang Uang Koin untuk Kejari Ponorogo

Selasa, 19 Januari 2021 15:17 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Novian Catur
Tuntut Proyek Jembatan Rp 200 Juta Diusut, Warga Grogol Galang Uang Koin untuk Kejari Ponorogo
Suryanto bersama pemuda Desa Mijil saat galang uang koin untuk Kejaksaan Negeri Ponorogo. foto: NOVIAN CATUR/ BANGSAONLINE

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Sejumlah warga Dukuh Mingging dan Mijil Desa Grogol Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo, meggelar aksi galang uang koin untuk Kejaksaan Negeri Ponorogo, Selasa (19/1/2020). Pasalnya, mereka menilai Kejari Ponorogo tak serius dalam penanganan proyek pembangunan jembatan senilai Rp 200 juta di sejumlah desa, yang baru-baru ini viral di medsos karena hanya berupa fondasi.

Suryanto, salah satu warga Dukuh Mijil mengatakan penggalangan dana tersebut guna memberikan dukungan kepada kejari agar terus menindaklanjuti proyek pembangunan jembatan yang tersebar di 21 titik se-Kabupaten Ponorogo, antara lain di Desa Grogol Kecamatan Sawoo, dan Desa Bulak Kecamtan Balong.

"Penggalangan uang receh ini merupakan inisiatif warga serta sebagai wujud keprihatinan kepada Pemerintah Kabupaten Ponorogo dengan adanya proyek pembangunan jembatan yang tak selesai," katanya.

"Jelas kalau begini masyarakat yang dirugikan, karena jembatan itu merupakan akses penghubung 2 dukuh, antara Dukuh Mingging dan Dukuh Mijil. Padahal nilai anggaran sudah jelas Rp 200 juta, tapi masih berwujud dasar fondasinya saja. Bila dihitung (fondasi jembatan, red) kemungkinan hanya menghabiskan Rp 15 juta saja," terangnya.

BACA JUGA : 

Sunat BLT DD, Kasun di Ponorogo Akhirnya Minta Maaf

​Galakkan Kerja Bakti Serentak, Bupati Sugiri Sancoko Gelar Aksi Blusukan

Ada 2 Papan Nama di Proyek Pembangunan Jembatan Desa Mojopitu

Usut Jembatan Senilai Rp 200 Juta, Kejari Ponorogo Datangkan Tim Ahli dari Malang

Untuk itu, Suryanto mewakili warga meminta kejari mengusut proyek pembangunan jembatan tersebut, Apalagi, saat ini pembangunan jembatan mandek. "Bila diduga ada penyimpangan, entah itu korupsi atau yang lain, ya mohon diproses sesuai hukum yang ada," cetusnya.

Menurutnya, warga akan terus menggalang uang koin, utamanya kepada pengguna jalan yang melewati jembatan darurat hasil swadaya masyarakat. Jembatan yang terbuat dari sesek dan bambu itu dibangun masyarakat, karena jembatan yang tengah dibangun pemerintah mandek di tengah jalan dan baru akan dilanjutkan tahun ini.

"Nanti setelah dilakukan penggalangan, bila sudah terkumpul rencananya uang koin tersebut akan diberikan ke Kejaksaan Negeri Ponorogo. Dengan harapan agar Kejaksaan Negeri Ponorogo serius dalam mengusut tuntas proyek pembangunan jembatan ini," tukasnya. (nov/rev)

Artis Greta Garbo Ajak Nikah ​Albert Einstein
Rabu, 12 Mei 2021 04:07 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episode 30 mereview cerita Gus Dur tentang fisikawan Albert Eintein dan model cantik Greta Garbo. “Anekdot ini saya ambil dari buku berjudul Gus Dur hanya Kalah dengan Orang Madura,...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Sabtu, 15 Mei 2021 09:10 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kerusuhan 13 Mei 1998 terus diperingati oleh masyarakat Tionghoa di Indonesia. Korban aksi anarkis itu sebagian memang etnis Tionghoa.Uniknya, mereka memperingati dengan menyajikan rujak pare dan sambal jombrang. Apa...
Kamis, 13 Mei 2021 19:51 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Jumat, 14 Mei 2021 10:11 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Won...