Selasa, 20 April 2021 05:53

Usut Jembatan Senilai Rp 200 Juta, Kejari Ponorogo Datangkan Tim Ahli dari Malang

Rabu, 30 Desember 2020 18:15 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Novian Catur
Usut Jembatan Senilai Rp 200 Juta, Kejari Ponorogo Datangkan Tim Ahli dari Malang
Tim Kejaksaan Negeri Ponorogo melakukan pengecekan fisik jembatan di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo.

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Terkait proyek pembangunan jembatan di 21 titik se-Kabupaten Ponorogo senilai miliaran rupiah yang bersumber pada APBD tahun 2020, Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo bergerak cepat.

Tampaknya Kejari Ponorogo tak main-main guna mengusut semua proyek jembatan di Ponorogo yang masing-masing pengerjaan dianggarkan senilai Rp 200 jutaan tersebut. Buktinya, Kejari Ponorogo sampai mendatangkan tim ahli dari Malang, Rabu (30/12/20).

Dari pantauan BANGSAONLINE.com, terlihat Kajari Ponorogo bersama Kasi Intel, Kasi Pidsus, dan tim ahli turun mengecek bangunan jembatan yang masih berwujud fondasi di beberapa tempat. Baik di Desa Bulak dan Desa Pandak Kecamatan Balong, maupun di Desa Grogol Kecamatan Sawoo.

Dalam pengecekan tersebut tim dari Kejaksaan Negeri (Kejari) beranggotakan 5 orang, yakni Kasi Intel Ahmad Affandi dan Kasi Pidsus Mohammad Farkhan serta seorang ahli bangunan dari pihak ke-3.

BACA JUGA : 

Pembagian 13 Kios Pasar Legi Tak Jelas, Sejumlah Pedagang Datangi Kejari Ponorogo

​Kasus BKSM Lanjut Terus, Kejari Ponorogo Panggil Supplier

Kasus BKSM Terus Bergulir, Kejaksaan Negeri Ponorogo Periksa Sejumlah Kepala Koperasi KPRI

Kasus ​BKSM Terus Berlanjut, Kejaksaan Negeri Ponorogo Periksa Sejumlah Kepala SMP

Bersama warga setempat, tim dari kejaksaan ini mengecek kualitas bangunan, menggali fondasinya, dan mengukurnya.

Sementara itu, Kasi Intel Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo Ahmad Affandi ketika dikonfirmasi sejumlah awak media mengaku, kedatangannya ke lokasi pembanguan jembatan di Desa Pandak Kecamatan Balong dan Desa Grogol Kecamatan Sawoo untuk mengecek fisik fondasi jembatan.

“Kejaksaan sampai saat ini belum melakukan pemanggilan saksi-saksi. Tapi, memang kita kemarin sudah memanggil 3 orang dari pihak terkait untuk klarifikasi saja,” tutur Affandi. (nov/ian)

Polisi dan Tukang Becak, Madura Kok Dilawan
Senin, 19 April 2021 21:38 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anekdot Gus Dur Edisi Ramadan episoode ke-8 ini mereview tukang becak asal Madura yang dihadang polisi karena dianggap melanggar rambu-rambu lalu lintas. Di jalan raya itu memang tertancap rambu lalu lintas berupa ga...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Senin, 19 April 2021 05:29 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Dua guru besar ini punya integritas dan reputasi tinggi di bidangnya masing-masing. Nah, Dahlan Iskan kali ini tak banyak menulis. Tapi menurunkan pandangan dua profesor yang dua-duanya kontra dan kritis terhadap Vaksin...
Selasa, 20 April 2021 00:09 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*60. Wa-idz qaala muusaa lifataahu laa abrahu hattaa ablugha majma’a albahrayni aw amdhiya huqubaanDan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada pembantunya, “Aku tidak akan berhenti (berjalan) sebelum sampai ke ...
Minggu, 18 April 2021 12:17 WIB
Memasuki Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA)...