Kamis, 29 Juli 2021 03:15

Ada 2 Papan Nama di Proyek Pembangunan Jembatan Desa Mojopitu

Kamis, 21 Januari 2021 17:30 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Novian Catur
Ada 2 Papan Nama di Proyek Pembangunan Jembatan Desa Mojopitu
Papan nama proyek pembangunan jembatan di Desa Bedikulon Kecamatan Bungkal.

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Pembangunan sejumlah jembatan di Kabupaten Ponorogo terus menuai sorotan. Setelah beberapa waktu lalu viral karena jembatan senilai Rp 200 juta itu hanya berupa pembangunan fondasi, kali ini proyek serupa di Desa Mojopitu Kecamatan Slahung juga disorot karena terdapat dua papan nama.

Masing-masing papan nama itu memberikan informasi bahwa proyek pembangunan jembatan  menghabiskan Rp199.382.000 dari APBD tahun 2020. Papan nama itu terpasang di kedua sisi proyek jembatan yang menghubungkan Desa Bedi Kulon, Kecamatan Bungkal dengan Desa Mojopitu, Kecamatan Slahung Ponorogo.

Dalam pantauan BANGSAONLINE.com, untuk papan nama di sisi barat tertulis pengerjaan landhope Jembatan Bogem Sungai Pelem. Sedangkan papan nama di sisi timur tertulis pembangunan Landhope Jembatan Sungai Pelemgede.

Belum diketahui apakah proyek pengerjaan jembatan penghubung Desa Mojopitu dengan Desa Bedi Kulon itu dipecah menjadi dua pekerjaan, sehingga terdapat dua papan nama. Apabila memang dipecah menjadi dua pekerjaan, berarti total anggaran untuk pembangunan landhope jembatan saja mencapai hampir Rp 400 juta.

BACA JUGA : 

Tuntut Proyek Jembatan Rp 200 Juta Diusut, Warga Grogol Galang Uang Koin untuk Kejari Ponorogo

Usut Jembatan Senilai Rp 200 Juta, Kejari Ponorogo Datangkan Tim Ahli dari Malang

Soal Jembatan Rp 200 Juta, Kejaksaan Negeri Ponorogo Panggil Plt. Kabid Bina Marga DPUPR

Pasca Viral Jembatan Rp 200 Juta Berwujud Bambu dan Sesek, Kejari Ponorogo Tinjau Lokasi

Di sisi lain, salah satu warga Desa Mojopitu, Joko, mengeluhkan pembangunan jembatan yang tak kunjung rampung. Sebab, warga menjadi kesulitan ketika hendak menyeberangi sungai. Ia terpaksa harus berputar sejauh 3 sampai 4 kilometer.

"Sementara untuk bisa melintas, masyarakat membangun jembatan darurat dengan bahan bambu (sesek). Dulu waktu ada jembatan lama sebenarnya masih lancar, mobil bisa lewat. Sekarang mobil tidak bisa lewat, sepeda motor pun harus bergantian," ungkap Joko.

Diberitakan sebelumnya pembangunan jembatan di sejumlah titik dengan nilai anggaran masing-masing Rp 200 juta, viral di media sosial. Sebab, anggaran tersebut hanya digunakan untuk membangun fondasi jembatan. Sehingga, pembangunan jembatan tak tuntas hingga tutup tahun 2020.

Beberapa jembatan itu di antaranya dibangun di Desa Bulak dan Desa Pandak Kecamatan Balong, juga di Desa Grogol Kecamatan Sawoo.

Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo sudah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan kemungkinan adanya penyimpangan. (nov/rev)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...