Senin, 10 Mei 2021 02:41

Ada 2 Papan Nama di Proyek Pembangunan Jembatan Desa Mojopitu

Kamis, 21 Januari 2021 17:30 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Novian Catur
Ada 2 Papan Nama di Proyek Pembangunan Jembatan Desa Mojopitu
Papan nama proyek pembangunan jembatan di Desa Bedikulon Kecamatan Bungkal.

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Pembangunan sejumlah jembatan di Kabupaten Ponorogo terus menuai sorotan. Setelah beberapa waktu lalu viral karena jembatan senilai Rp 200 juta itu hanya berupa pembangunan fondasi, kali ini proyek serupa di Desa Mojopitu Kecamatan Slahung juga disorot karena terdapat dua papan nama.

Masing-masing papan nama itu memberikan informasi bahwa proyek pembangunan jembatan  menghabiskan Rp199.382.000 dari APBD tahun 2020. Papan nama itu terpasang di kedua sisi proyek jembatan yang menghubungkan Desa Bedi Kulon, Kecamatan Bungkal dengan Desa Mojopitu, Kecamatan Slahung Ponorogo.

Dalam pantauan BANGSAONLINE.com, untuk papan nama di sisi barat tertulis pengerjaan landhope Jembatan Bogem Sungai Pelem. Sedangkan papan nama di sisi timur tertulis pembangunan Landhope Jembatan Sungai Pelemgede.

Belum diketahui apakah proyek pengerjaan jembatan penghubung Desa Mojopitu dengan Desa Bedi Kulon itu dipecah menjadi dua pekerjaan, sehingga terdapat dua papan nama. Apabila memang dipecah menjadi dua pekerjaan, berarti total anggaran untuk pembangunan landhope jembatan saja mencapai hampir Rp 400 juta.

BACA JUGA : 

Tuntut Proyek Jembatan Rp 200 Juta Diusut, Warga Grogol Galang Uang Koin untuk Kejari Ponorogo

Usut Jembatan Senilai Rp 200 Juta, Kejari Ponorogo Datangkan Tim Ahli dari Malang

Soal Jembatan Rp 200 Juta, Kejaksaan Negeri Ponorogo Panggil Plt. Kabid Bina Marga DPUPR

Pasca Viral Jembatan Rp 200 Juta Berwujud Bambu dan Sesek, Kejari Ponorogo Tinjau Lokasi

Di sisi lain, salah satu warga Desa Mojopitu, Joko, mengeluhkan pembangunan jembatan yang tak kunjung rampung. Sebab, warga menjadi kesulitan ketika hendak menyeberangi sungai. Ia terpaksa harus berputar sejauh 3 sampai 4 kilometer.

"Sementara untuk bisa melintas, masyarakat membangun jembatan darurat dengan bahan bambu (sesek). Dulu waktu ada jembatan lama sebenarnya masih lancar, mobil bisa lewat. Sekarang mobil tidak bisa lewat, sepeda motor pun harus bergantian," ungkap Joko.

Diberitakan sebelumnya pembangunan jembatan di sejumlah titik dengan nilai anggaran masing-masing Rp 200 juta, viral di media sosial. Sebab, anggaran tersebut hanya digunakan untuk membangun fondasi jembatan. Sehingga, pembangunan jembatan tak tuntas hingga tutup tahun 2020.

Beberapa jembatan itu di antaranya dibangun di Desa Bulak dan Desa Pandak Kecamatan Balong, juga di Desa Grogol Kecamatan Sawoo.

Pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Ponorogo sudah menurunkan tim untuk melakukan pengecekan kemungkinan adanya penyimpangan. (nov/rev)

Penjaga Rumah Ibadah Bertanya Berapa Rupiah Jatah Tuhan
Senin, 10 Mei 2021 00:00 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Anekdot Gus Dur edisi Ramadan edisi 28 ini mereview cerita Gus Dur tertang para penjaga rumah ibadah. “Mereka berembuk soal sumbangan umat kepada rumah ibadah yang mengalami surplus. Lalu mereka bertanya, berapa ja...
Jumat, 16 April 2021 16:59 WIB
BANYUWANGI, BANGSAONLINE.com - Kabupaten Banyuwangi memiliki cara menarik untuk memelihara infrastruktur fisiknya. Salah satunya, dengan menggelar festival kuliner di sepanjang pinggiran saluran primer Dam Limo, Kecamatan Tegaldlimo be...
Minggu, 09 Mei 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Tulisan Dahlan Iskan kali ini sangat menyentuh. Tentang prahara rumah tangga pemilik Gedung Empire Palace Surabaya: Gunawan Angkawidjaja dan istrinya, Chin Chin atau Trisulowati.Menurut Dahlan Iskan, Gunawan bukan ha...
Rabu, 28 April 2021 14:16 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*61. falammaa balaghaa majma’a baynihimaa nasiyaa huutahumaa faittakhadza sabiilahu fii albahri sarabaanMaka ketika mereka sampai ke pertemuan dua laut itu, mereka lupa ikannya, lalu (ikan) itu melompat mengamb...
Sabtu, 08 Mei 2021 11:38 WIB
Selama Bulan Ramadan dan ibadah puasa, rubrik ini akan menjawab pertanyaan soal-soal puasa. Tanya-Jawab tetap akan diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A., Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) d...