Kamis, 29 Juli 2021 02:48

Pasca Viral Jembatan Rp 200 Juta Berwujud Bambu dan Sesek, Kejari Ponorogo Tinjau Lokasi

Selasa, 22 Desember 2020 18:39 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Novian Catur
Pasca Viral Jembatan Rp 200 Juta Berwujud Bambu dan Sesek, Kejari Ponorogo Tinjau Lokasi
Ahmad Affandi, Kasi Intel Kejaksaan Negeri Ponorogo.

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Viralnya pembangunan jembatan senilai Rp 200 juta yang berwujud bambu dan sesek di Ponorogo, memantik perhatian dari Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat. Siang tadi (22/12), lembaga adhyaksa itu melakukan peninjauan lokasi ke proyek jembatan, yakni di Desa Bulak-Pandak Kecamatan Balong, dan Desa Grogol Kecamatan Sawoo.

Dalam keterangannya, Kasi Intel Kejaksaan Ponorogo Ahmad Affandi menjelaskan, kegiatan tinjau lokasi tersebut bagian dari pulbaket (pengumpulan bahan dan keterangan) menindaklanjuti viralnya proyek tersebut berbagai media. Pasalnya, anggaran yang disediakan senilai ratusan juta hanya digunakan untuk membangun fondasi saja.

"Tinjau lokasi tersebut di berbagai tempat, yakni jembatan di Desa Bulak-Pandak Kecamatan Balong berupa fondasi, dan Desa Grogol Kecamatan Sawoo yang masih satu dasar fondasi saja. Selain itu juga di tempat yang lain dengan pengerjaan yang sama," terangnya.

Dalam waktu dekat, lanjut Ahmad Affandi, pihaknya juga akan melakukan pulbaket kepada dinas terkait maupun rekanan yang mengerjakan proyek.

BACA JUGA : 

Ada 2 Papan Nama di Proyek Pembangunan Jembatan Desa Mojopitu

Tuntut Proyek Jembatan Rp 200 Juta Diusut, Warga Grogol Galang Uang Koin untuk Kejari Ponorogo

Usut Jembatan Senilai Rp 200 Juta, Kejari Ponorogo Datangkan Tim Ahli dari Malang

Soal Jembatan Rp 200 Juta, Kejaksaan Negeri Ponorogo Panggil Plt. Kabid Bina Marga DPUPR

"Tentunya ini merupakan sebagai bentuk kepedulian Kejaksaan Negeri Ponorogo kepada atensi masyarakat Ponorogo terkait hal-hal itu," tukasnya.

Untuk diketahui, pembangunan dua jembatan itu dianggarkan masing-masing hampir Rp 200 juta dari APBD tahun 2020. Namun anggaran sebanyak itu hanya dipergunakan untuk membangun fondasi di sisi kanan dan kiri jembatan saja. (nov/rev)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...