Kamis, 29 Juli 2021 02:14

Lagi, Proyek Pembangunan Jembatan Tak Tuntas di Ponorogo, Warga Patungan untuk Beli Bambu dan Sesek

Minggu, 20 Desember 2020 20:21 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Novian Catur
Lagi, Proyek Pembangunan Jembatan Tak Tuntas di Ponorogo, Warga Patungan untuk Beli Bambu dan Sesek
Papan nama proyek pembangunan jembatan penghubung 2 dusun di Desa Grogol, Kecamatan Sawoo, Kabupaten Ponorogo.

PONOROGO, BANGSAONLINE.com - Anggaran senilai ratusan yang hanya digunakan untuk membangun fondasi jembatan ternyata tidak hanya terjadi di Desa Pandak Kecamatan Balong, Ponorogo. Ternyata di Desa Grogol Kecamatan Sawoo, juga ada proyek serupa.

Bahkan, pembangunan jembatan di Desa Grogol yang sedianya untuk menghubungkan Dusun Mijil dan Dusun Mingging itu belum tuntas. Saat ditinjau pada hari Minggu (20/12/2020), pengerjaan baru sampai pada fondasi sebelah barat saja, dan itu pun belum rampung.

Dari pantauan BANGSAONLINE.com, jembatan itu mulai dikerjakan pada tanggal 20 Oktober. Proyek bersumber dari APBD tahun 2020 dengan nilai Rp 199.780.000 itu digarap oleh CV. Kreteg Graha Pinasthika dengan Konsultan CV. Duta Nirwana Konsultan.

BACA JUGA : 

Ada 2 Papan Nama di Proyek Pembangunan Jembatan Desa Mojopitu

Tuntut Proyek Jembatan Rp 200 Juta Diusut, Warga Grogol Galang Uang Koin untuk Kejari Ponorogo

Usut Jembatan Senilai Rp 200 Juta, Kejari Ponorogo Datangkan Tim Ahli dari Malang

Soal Jembatan Rp 200 Juta, Kejaksaan Negeri Ponorogo Panggil Plt. Kabid Bina Marga DPUPR

(Jembatan penghubung dua desa di Kecamatan Balong yang sempat viral karena terbuat dari bambu dan sesek, lantaran anggaran yang ada hanya untuk membangun fondasi)

Akibat pembangunan yang belum tuntas ini, warga mengeluh lantaran jembatan itu menjadi tidak bisa dilintasi. Padahal, jembatan yang ada sebelumnya dinilai masih baik dan masih digunakan.

"Jembatan penghubung antara dua dusun ini awalnya masih bisa dilewati dan digunakan dengan baik oleh warga. Tahu-tahu jembatan dibongkar dan ternyata gak jelas kelanjutannya," cetus Suryanto, salah satu warga Dusun Mijil.

Akibatnya, warga kedua dusun harus mengambil jalan memutar sejauh 2 kilometer. "Bahkan ada warga yang nekat menyeberangi sungai dan memanjat tangga yang terbuat dari bambu yang sudah disediakan warga," terangnya.

Selain pembangunannya yang belum rampung, Suryanto juga mempertanyakan kualitas pengerjaan. "Dasar fondasi saja itu tanpa adanya besi, hanya cor-coran fondasi saja. Bila dipegang ambyar seperti meremas krupuk, serta terkesan asal-asalan juga. Sehingga kurang kokoh dan kuat," ungkapnya.

Menurutnya, warga kedua dusun sudah patungan Rp 15.000 per orang yang akan digunakan untuk membeli bambu dan sesek guna membuat jembatan darurat.

"Karena bila menunggu sampai jadinya (jembatan, red) juga belum jelas sampai kapan. Ini jelas membuat warga merasa risau dan terganggu, karena ini merupakan akses satu-satunya penghubung dua dusun," jelasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan, dan Kawasan Permukiman Kabupaten Ponorogo, Jamus Kunto mengaku tidak tahu menahu atas pembangunan jembatan di Desa Grogol Kecamatan Sawoo tersebut. Ia hanya mengatakan bahwa pembangunan tersebut merupakan usulan dari Bappeda.

"Dari Bappeda mas, sama seperti titik pekerjaan lain, pengolahan usulan sampai menjadi APBD oleh Bappeda," singkatnya. (nov/rev)

(Viralnya pembangunan jembatan di Desa Pandak membuat warga penasaran. Mereka datang ingin melihat langsung sekaligus berswafoto)

Warga Sambisari dan Manukan Kulon Menolak Sekolah Dijadikan Tempat Isolasi Pasien Corona
Senin, 26 Juli 2021 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Korban Covid-19 yang terus berjatuhan mendorong Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperluas tempat isolasi pasien yang sedang terpapar virus corona. Berbagai fasilitas gedung – termasuk sekolah – direncana...
Kamis, 15 Juli 2021 06:50 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Ini ide baru. Untuk menyiasati pandemi. Menggelar resepsi pernikahan di dalam bus. Wow.Lalu bagaimana dengan penghulunya? Silakan baca tulisan wartawan terkemuka Dahlan Iskan di  Disway, HARIAN BANGSA dan B...
Selasa, 27 Juli 2021 06:32 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Mayat korban covid yang perlu dibakar – sesuai keyakinan mereka – terus bertambah. Bahkan menumpuk. Sampai perusahaan jasa pembakaran mayat kewalahan. Celakanya, hukum kapitalis justru dipraktikkan dalam pe...
Kamis, 15 Juli 2021 12:37 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*66. Qaala lahu muusaa hal attabi’uka ‘alaa an tu’allimani mimmaa ‘ullimta rusydaanMusa berkata kepadanya, “Bolehkah aku mengikutimu agar engkau mengajarkan kepadaku (ilmu yang benar) yang telah diajark...
Sabtu, 17 Juli 2021 10:23 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...