Kebakaran Hebat Hanguskan Asrama Ponpes Al-Miftah Panyeppen, 400 Santri Dipulangkan

Kebakaran Hebat Hanguskan Asrama Ponpes Al-Miftah Panyeppen, 400 Santri Dipulangkan Petugas damkar saat berupaya memadamkan api yang membakar bangunan asrama.

PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Suasana malam di Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Miftah Panyeppen, Kecamatan Palengaan, Kabupaten Pamekasan, mendadak mencekam. Api berkobar hebat dan melahap sebagian bangunan asrama santri pada Jumat (6/2/2026) malam. Meski mengakibatkan kerusakan parah, peristiwa tersebut dipastikan tidak menelan korban jiwa.

Kebakaran terjadi di area pondok kecil yang letaknya terpisah dari kompleks pondok besar. Api dengan cepat merambat dan menghanguskan sekitar separuh bangunan asrama.

Pengurus Yayasan Ponpes Al-Miftah Panyeppen, Maltuful Anam, membenarkan kejadian tersebut. Ia menyebut, kebakaran melanda sisi utara dan selatan bangunan pondok kecil.

“Alhamdulillah tidak ada korban jiwa. Yang terbakar adalah asrama pondok kecil. Dari keseluruhan bangunan, sekitar separuh bagian terdampak. Bagian selatan itu dihuni sekitar 400 santri,” ungkapnya.

Akibat kebakaran tersebut, sedikitnya 14 ruangan mengalami kerusakan berat. Ruangan yang terdampak meliputi kamar santri, dua kantor, hingga satu perpustakaan. Perpustakaan tersebut diketahui menyimpan ribuan buku dan berbagai karya santri, termasuk lukisan berbahan styrofoam dan gabus yang mudah terbakar.

“Kerugian cukup besar karena banyak karya santri ikut terbakar di perpustakaan,” tambahnya.

Terkait penyebab kebakaran, pihak pondok menyampaikan bahwa hingga kini masih dalam tahap penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada korsleting listrik di area perpustakaan.

“Tadi malam kami sudah bersama tim inafis melakukan pengecekan awal. Dugaan sementara karena korsleting listrik. Namun untuk kepastiannya masih menunggu hasil olah TKP,” jelas Maltuful Anam.

Pasca kejadian, pihak ponpes terpaksa meliburkan dan memulangkan para santri yang terdampak demi keselamatan. Kondisi bangunan asrama dinilai tidak memungkinkan untuk ditempati.

“Sekitar 400 santri kami pulangkan lebih awal. Kebetulan memang sudah mendekati libur Ramadhan yang biasanya dimulai tanggal 5. Sekarang kami majukan,” ujarnya.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Pamekasan, Ipda Yoni Evan Pratama, menyampaikan keterangan berbeda berdasarkan laporan awal kepolisian. Menurutnya, api diduga berasal dari sisi timur pondok akibat ledakan tabung gas di dapur kecil.

“Bangunan yang terbakar meliputi satu ruang dapur kecil, satu ruang perpustakaan, serta sekitar 15 kamar pondok kecil. Korban jiwa nihil,” terang Yoni.

Dalam proses pemadaman, dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Pamekasan diterjunkan ke lokasi sekira pukul 21.00 WIB. Upaya tersebut dibantu dua unit damkar dari Kabupaten Sampang untuk proses pembasahan hingga api benar-benar padam.

Hingga kini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran dan menghitung total kerugian akibat peristiwa tersebut. (dim/rev)