Gubernur Khofifah bersama Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi tampak sedang khusyuk berdoa dalam peringatan Haul Akbar Sunan Ampel. (Ist)
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI Arifatul Choiri Fauzi hadir dalam Haul Agung ke-549 Sunan Ampel di kawasan Makam Sunan Ampel Surabaya, Jumat (6/2/2026) malam.
Dalam sambutannya, Khofifah mengajak seluruh peziarah yang hadir untuk selalu meneladani kesantunan, akhlakul karimah, dan tata krama yang menjadi ciri khas ajaran Sunan Ampel.
BACA JUGA:
- Gubernur Khofifah Salurkan BLT DBHCHT Rp2,5 Miliar untuk 2.508 Buruh Linting Sampoerna Rungkut II
- Gubernur Khofifah Ajak SPPG Perkuat Tata Kelola MBG, Imbau Kepala Daerah Jaga Mutu Layanan
- Malam Terakhir Ramadan 2026, Khofifah Gelar Qiyamul Lail dan Lomba Kreativitas di Gedung Grahadi
- Hore! Gubernur Jatim Gratiskan Transjatim Selama Dua Hari saat Lebaran, Idulfitri Jadi Lebih Hemat
"Bersyukurlah kita bahwa Allah menurunkan lima dari sembilan Wali Songo di Jawa Timur. Para Waliyullah inilah yang menuntun kita untuk membaca selawat, berzikir, dan secara khusus Sunan Ampel mengajarkan kita tentang kesantunan, akhlakul Karimah, dan tata krama yang patut menjadi patokan kita," ajaknya.
Sebagaimana diketahui, Sunan Ampel atau Raden Rahmat Sayyid Ali Rahmatullah merupakan salah satu Wali Songo (Wali Sembilan) yang memiliki peran besar dalam sejarah Islam di tanah Jawa, khususnya di Jatim.
Nilai utama yang diajarkan Sunan Ampel adalah Islam yang berakhlak, damai, dan menyejukkan. Prinsip falsafah ajaran moral Moh Limo Sunan Ampel yakni menjauhi lima perkara tercela, menjadi fondasi moral masyarakat.
Lima perkara tersebut adalah moh main (tidak mau berjudi), moh ngombe (tidak mau minum minuman keras), moh maling (tidak mau mencuri), moh madat (tidak mau mengkonsumsi candu/narkoba), dan moh madon (tidak mau berzina).
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




