Sabtu, 06 Maret 2021 14:31

​Direktur Pusaka Ingatkan Bupati Pasuruan Tak Lakukan Politik Transaksional Melalui Bagi-bagi Proyek

Senin, 11 Januari 2021 17:22 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Fuad
​Direktur Pusaka Ingatkan Bupati Pasuruan Tak Lakukan Politik Transaksional Melalui Bagi-bagi Proyek
Lujeng saat menggelar jumpa pers.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Lujeng Sudarto, Direktur Pusaka (Pusat Study Advokasi Kebijakan) mengingatkan kepada Bupati Pasuruan Irsyad Yusuf untuk tidak melakukan politik transaksional melalui plotting proyek untuk para anggota dewan lewat dinas terkait.

"Sehubungan dengan adanya konsesi bagi-bagi proyek itu, yang akhirnya terjadi korupsi, kolusi, dan nepotisme," cetus Lujeng kepada BANGSAONLINE.com saat jumpa pers di Tamandayu, Pandaan, Pasuruan, Senin (11/01).

Menurut Lujeng, penyusunan dan perencanaan APBD melalui usulan dari anggota DPRD adalah inheren atau sudah melekat sebagai fungsi (budgeting) dari DPRD. Sehingga, hal itu tidak menjadi alasan bagi anggota dewan untuk kemudian meminta 'jatah' paket pekerjaan penunjukan (PL) langsung, dan kemudian merekomendasi pihak ketiga kepada OPD terkait agar melaksanakan paket PL tersebut. 

"Kalau ada pemberian atau permintaan proyek, berarti ada istilah kongkalikong antara pihak eksekutif dan legislatif," kata Lujeng.

Lanjut Lujeng, plotting proyek pekerjaan fisik berupa penunjukan langsung oleh OPD terkait kepada rekanan yang direkomendasikan DPRD bisa mengarah kepada terjadinya KKN dan berdampak pada kerugian negara.

Jika ada temuan plotting proyek, ia menegaskan tidak segan untuk melaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lujeng menyatakan dirinya tidak main-main untuk melaporkan kasus ini. Apalagi saat ini suasana masih pandemi, di mana banyak masyarakat yang terdampak.

Lujeng bahkan menyebut beberapa dinas yang diduga sering jadi ajang bancakan proyek, di antaranya DPU Bina Marga, DPU Cipta Karya, Dinas Pengairan, Disperindag, Dispendik, Dinkes, Dinsos, Dispertan, dan lainnya.

Ke depan, Lujeng mengatakan akan terus melakukan monitoring secara intens terkait persoalan tersebut. "Kami sebagai civil society akan terus melakukan monitoring secara serius," pungkas Lujeng. (afa/ian)

Dua Warga Kepulungan yang Terseret Banjir Bandang Ditemukan Tewas
Kamis, 04 Februari 2021 17:21 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Dua warga Desa Kepulungan Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, yang dilaporkan hilang akibat terseret derasnya arus banjir Rabu (3/2) kemarin, akhirnya ditemukan dalam kondisi tewas, Kamis (4/2) pagi. Korban adalah ...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Sabtu, 06 Maret 2021 07:30 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com – Publik heboh. Itu loh, soal dana asing Rp 100 triliun yang bakal masuk Indonesia. Lewat sovereign wealth fund (SWF). Atau Lembaga Pengelola Investasi (LPI).SWF memang sedang jadi sorotan publik. Maklum, sudah banyak ...
Senin, 22 Februari 2021 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*58. Warabbuka alghafuuru dzuu alrrahmati law yu-aakhidzuhum bimaa kasabuu la’ajjala lahumu al’adzaaba bal lahum maw’idun lan yajiduu min duunihi maw-ilaanDan Tuhanmu Maha Pengampun, memiliki kasih sayang. ...
Sabtu, 06 Maret 2021 14:06 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...