Dia meminta BPBD siap siaga menghadapi banjir luapan air Sungai Bengawan Solo, dan merespons info dari berbagai pihak di wilayah hulu agar ada tindakan preventif. Selain itu, Sekda Bojonegoro juga meminta para camat dan kepala desa aktif melaporkan perkembangan kenaikan air di wilayahnya masing-masing.
Sementara itu, pantauan BANGSAONLINE.com, arus air Sungai Bengawan Solo mengalir cukup deras. Air berwarna kuning kecokelatan mengalir membawa sampah serta ranting pohon. Banjir kiriman ini juga berdampak pada mabuknya ikan-ikan di bengawan. Sejak tadi malam warga di sepanjang bantaran mencari ikan.
"Kami imbau masyarakat yang tinggal di daerah bantaran sungai agar waspada. Semoga tidak sampai masuk siaga banjir. Kemarin kami sudah melakukan koordinasi terkait kesiapsiagaan menghadapi bencana banjir luapan Sungai Bengawan Solo ini," ujar Kepala BPBD Bojonegoro Nadif Ulfia.
Dia menyebut, tingginya air Sungai Bengawan Solo Bojonegoro akibat kiriman dari wilayah hulu. Hal itu akibat curah hujan di beberapa wilayah hulu cukup tinggi sepekan terakhir ini.
"Kami mewaspadai kiriman air yang cukup banyak dari wilayah hulu, hingga menyebabkan meluapnya Sungai Bengawan Solo di wilayah Bojonegoro," pungkasnya.
Sebagai informasi, selain mendapatkan kiriman air dari wilayah hulu, sungai terpanjang di Pulau Jawa yang melintasi Kabupaten Bojonegoro ini juga mendapat kiriman dari 18 Anak Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro, mulai dari Kali Prudung di Kecamatan Padangan, Kali Gandong di Kecamatan Purwosari, Kali Mayang di Kecamatan Kalitidu, dan sejumlah anak sungai lainnya. (nur/zar)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




