Selasa, 15 Juni 2021 20:09

Samakan Wartawan dengan Maling, Aliansi Jurnalis Pasuruan Geruduk Dinas Pendidikan

Rabu, 18 November 2020 17:43 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Ahmad Habibi
Samakan Wartawan dengan Maling, Aliansi Jurnalis Pasuruan Geruduk Dinas Pendidikan
Puluhan wartawan AJPB saat mendatangi Dinas Pendikan.

PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Belasan wartawan yang tergabung dalam Aliansi Jurnalis Pasuruan Bersatu (AJPB) ramai-ramai mendatangai Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan, Rabu (18/11/2020). 

Kedatangan mereka menuntut klarifikasi Kepala SMPN 2 Purwodadi, Didik Primadianto terkait pernyataan "maling" yang diucapkan kepada Aziz, jurnalis dari Pojok Kiri.

Puluhan wartawan ditemui langsung oleh Sekretaris Dispendik Pasuruan Heri Mulyono, dan Kepala Bidang Pendidikan Dasar Solichin, serta Kepsek SMPN II Didik Primadianto. Dalam audiensi tersebut, AJPB mendesak pihak dinas memberikan sanksi tegas berupa pencopotan Didik dari jabatannya.

"Kita meminta kepada dinas terkait untuk memberikan sanksi tegas kepada yang bersangkutan lantaran kalimat “maling“ yang diucapkan sang kepala sekolah tidak pantas," jelas Hendrik, koordinator AJPB.

BACA JUGA : 

Ada Kesan Hentikan Perkara Pungli Rp 1,7 Juta di SMPN 3 Bangil, Kejari Dinilai Melempem

Datangi Polres, PWI Pasuruan Gelar Aksi Solidaritas Atas Penganiayaan Terhadap Wartawan Tempo

Kepparat Gelar Aksi Protes Atas Kekerasan Insan Pers Terhadap Wartawan Tempo

Penganiayaan Jurnalis Tempo Melanggar Hukum dan Prinsip Kebebasan Pers

Sulistyawan, Kabiro Pojok Kiri Pasuruan, juga meminta dispendik memberikan rekomendasi kepada BPKD agar mencopot Didik dari jabatannya sebagai sebagai Kepala SMPN II. "Tidak pantas kepala sekolah dipimpin orang model seperti ini," ucapnya.

Aziz, wartawan Pojok Kiri menceritakan kronologi dirinya dikatakan 'maling' oleh Didik Primadianto. Yakni bermula tatkala dirinya mendatangi sekolah tersebut untuk meliput pembangunan rehab bangunan pada Jumat (13/11/2020) lalu sekitar pukul 15.00 WIB. Di lokasi terdapat 6 pekerja dan kondisi pagar sekolah terbuka. Tidak bertemu dengan pejabat sekolah, lantas ia memutuskan untuk pulang.

Di hari berikutnya, dirinya ditemui Didik di ruangannya. Dalam perbicangan tersebut, Didik mengatakan orang yang masuk ke lingkungan sekolah di luar jam dinas, sama dengan maling.

Dalam kesempatan itu, Didik Primadianto akhirnya meminta maaf kepada seluruh rekan Jurnalis Pasuruan yang tersinggung atas ucapannya. "Saya khilaf pada saat itu, tidak ada kesengajaan. Saya sedang capek pada saat itu," katanya di hadapan para jurnalis. (bib/par/ian)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Selasa, 15 Juni 2021 06:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-RUU Pajak makin ramai dan kontroversial. Tapi suara fraksi-fraksi di DPR kali ini menolak. Alias tak mendukung rencana pemerintah.Apa benar ini karena Pilpres sudah dekat? Atau karena para pimpinan parpol belum dipanggil pr...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...