Selasa, 15 Juni 2021 20:58

Bea Cukai Sosialisasi PMK-134/PMK.04/2019 ke Komunitas Tingwe: Tembakau Iris Sudah Kena Cukai

Sabtu, 10 Oktober 2020 18:04 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Muji Harjita
Bea Cukai Sosialisasi PMK-134/PMK.04/2019 ke Komunitas Tingwe: Tembakau Iris Sudah Kena Cukai
Kasubsi Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Kediri, Hendratno, saat memberi keterangan kepada wartawan. (foto: MUJI HARJITA/ BANGSAONLINE)

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Hati-hati bila ingin berjualan tembakau rajang, karena bila tidak memenuhi syarat perizinan, bisa-bisa akan berurusan dengan Bea Cukai dan Polisi.

Saat ini di Kediri sedang menjamur, usaha menjual tembakau rajang. Ternyata tembakau rajang ketika berubah menjadi tembakau iris, sudah kena cukai. Ketika tembakau iris dijual, maka sudah masuk peristiwa pidana, bila tidak ada izinnya.

Kasubsi Layanan Informasi Kantor Bea Cukai Kediri, Hendratno menjelaskan, bahwa pada saat penjual tembakau iris melayani pembeli dan ketika tembakau rajang/iris dimasukkan ke kemasan, maka itu sudah merupakan kegiatan pabrik.

Kegiatan mem-packing tembakau rajang itu sudah merupakan kegiatan pabrik dan itu sudah harus ada izin operasional pabrik. Penjual tembakau tingwe (linting dewe) bila tidak melengkapi izin, maka sudah masuk ranah pidana.

BACA JUGA : 

Gandeng Bea Cukai, Kadin Kabupaten Kediri Akan Berikan Asistensi dan Edukasi Pelaku UMKM

Lomba Desain Kaos, ‘Gempur Rokok Ilegal’ Berikut Hadiahnya

GMNI: DBHCHT Senilai Rp. 64,5 M Untuk Kabupaten Pamekasan Harus Tepat Sasaran

Komisi C DPRD Ponorogo Kunker ke Kabupaten Kediri, Ajak ARPL Diskusi Soal Lingkungan Hidup

Menurut Hendratno, dalam ketentuan pasal 2 PMK-134/PMK.04/2019 tentang perubahan atas PMK-94/PMK.04/2016 tentang Pemberitahuan BKC yang selesai dibuat, disebutkan saat proses pembuatan barang kena cukai selesai dibuat dengan tujuan untuk dipakai sebagaimana dimaksud pada ayat (2), untuk barang kena cukai berupa di antaranya adalah hasil tembakau untuk jenis sigaret, yaitu pada saat proses pengolahan tembakau rajangan telah selesai dibalut dengan kertas dengan cara dilinting, tanpa mengindahkan bahan pengganti atau bahan pembantu yang digunakan dalam pembuatannya.

Kemudian, lanjutnya, hasil tembakau untuk jenis cerutu, yaitu pada saat proses pengolahan lembaran-lembaran daun tembakau diiris atau tidak, telah selesai digulung demikian rupa dengan daun tembakau, tanpa mengindahkan bahan pengganti atau bahan pembantu yang digunakan dalam pembuatannya; hasil tembakau untuk jenis rokok raun yaitu pada saat proses pengolahan tembakau yang dibuat dengan daun nipah, daun jagung (klobot), atau sejenisnya, telah selesai dilinting, tanpa mengindahkan bahan pengganti atau bahan pembantu yang digunakan dalam pembuatannya;

"Pengusaha pabrik hasil tembakau yang memproduksi tembakau rajang/campur untuk dijual/diserahkan ke pabrik hasil tembakau lainnya, tetap mengajukan permohonan untuk mendapatkan persetujuan dari Kepala KPPBC untuk memproduksi barang selain barang kena cukai yang diizinkan," pungkas Hendratno, usai acara sosialisasi kepada Komunitas Tingwe, di sebuah cafe Jalan Penanggungan, Kota Kediri, Sabtu (10/10). (uji/rev)

Demam Euro 2021, Warga Desa di Pasuruan Ini Kibarkan Ratusan Bendera Ukuran Raksasa
Senin, 14 Juni 2021 23:58 WIB
PASURUAN, BANGSAONLINE.com - Euforia sepak bola Piala Eropa atau Euro tahun 2021 menggema di seluruh penjuru dunia, tak terkecuali di tanah air. Warga pesisir di Kabupaten Pasuruan misalnya, mereka ikut memeriahkan perhelatan Euro 2021 dengan mema...
Jumat, 04 Juni 2021 10:27 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Bukit Kehi, destinasi wisata yang satu ini berada di Kota Pamekasan. Bukit Kehi menawarkan pemandangan daerah pegunungan yang hijau mempesona. Pengunjung bahkan bisa berenang di sejuknya hawa pegunungan di pulau gar...
Selasa, 15 Juni 2021 06:53 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com-RUU Pajak makin ramai dan kontroversial. Tapi suara fraksi-fraksi di DPR kali ini menolak. Alias tak mendukung rencana pemerintah.Apa benar ini karena Pilpres sudah dekat? Atau karena para pimpinan parpol belum dipanggil pr...
Minggu, 16 Mei 2021 06:58 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*65. fawajadaa ‘abdan min ‘ibaadinaa aataynaahu rahmatan min ‘indinaa wa’allamnaahu min ladunnaa ‘ilmaanLalu mereka berdua bertemu dengan seorang hamba di antara hamba-hamba Kami, yang telah Kami berika...
Sabtu, 12 Juni 2021 09:55 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke [email protected] Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<...