Kamis, 03 Desember 2020 04:34

Blitar Selatan Berpotensi Tsunami, BPBD Siapkan Tempat Evakuasi di Perbukitan

Jumat, 09 Oktober 2020 16:32 WIB
Editor: Nizar Rosyidi
Wartawan: Akina Nur Alana
Blitar Selatan Berpotensi Tsunami, BPBD Siapkan Tempat Evakuasi di Perbukitan
Blitar Selatan. (foto: ist).

BLITAR, BANGSAONLINE.com - Ada 14 desa dari 4 kecamatan di Kabupaten Blitar yang masuk rawan bencana tsunami. Empat kecamatan itu, di antaranya Kecamatan Wates, Kecamatan Wonotirto, Kecamatan Bakung, dan Kecamatan Panggungrejo.

Pemkab setempat melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah menyiapkan sejumlah skenario evakuasi warga jika bencana benar-benar terjadi.

Kepala BPBD Kabupaten Blitar, Ahmad Cholik mengatakan, ada sejumlah titik evakuasi yang telah disiapkan. Titik-titik tersebut berada di perbukitan, namun masih dekat dengan permukiman penduduk. Salah satu tempat evakuasi yang telah disiapkan adalah perbukitan di Desa Tambakrejo, Kecamatan Wonotirto. Jaraknya hanya sekitar 1,4 kilometer dari permukiman.

"Jalur evakuasi ada di ketinggian radiusnya 1,4 kilo dari permukiman. Jadi kalau durasi gempa itu di atas dua detik itu potensi tsunami sampai ke daratan sekitar 20 menit. Ketika ada tanda tersebut Early Warning System (EWS) kita bunyikan masyarakat masih punya waktu untuk dievakuasi," ujar Cholik, Jumat (9/10/2020).

Ia mengatakan, potensi megathrust di selatan Pulau Jawa yang berpotensi menimbulkan gelombang tsunami untuk wilayah Jawa bagian Barat diprediksi mencapai 20 meter. Sedangkan untuk Jawa bagian Timur, termasuk Kabupaten Blitar gelombang tsunami diprediksi setinggi 12 meter, sehingga tempat evakuasi di perbukitan dianggap cukup untuk mengurangi dampak korban jiwa akibat bencana tsunami.

Lebih lanjut, Cholik mengatakan, akses jalan menuju tempat evakuasi kondisinya secara umum baik. Sebagian besar merupakan jalan umum yang sudah diaspal dan bisa dilewati kendaraan roda dua maupun roda empat. "Jalur evakuasi juga sudah siap," imbuhnya.

Selain menyiapkan tempat evakuasi, upaya lain yang dilakukan BPBD dalam meminimalisir dampak bencana adalah intens melakukan sosialisasi. Pihaknya juga telah melakukan uji coba EWS.

"Alhamdulillah EWS bisa berfungsi secara normal, sudah kita tes dan Insya Allah akan berfungsi jika memang potensi itu terjadi," pungkas Cholik. (ina/zar)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Sabtu, 28 November 2020 12:00 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...