Sabtu, 05 Desember 2020 13:07

​Bantuan Beras Bagi Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Kediri Terus Mengalir

Rabu, 07 Oktober 2020 07:48 WIB
Editor: Tim
Wartawan: Muji Harjita
​Bantuan Beras Bagi Warga Terdampak Covid-19 di Kabupaten Kediri Terus Mengalir
Camat Gurah, Kaleb Satrio Wicaksono (kiri) saat menerima beras bantuan dari petugas BPBD Kabupaten Kediri. foto: ist/ bangsaonline.com

KEDIRI, BANGSAONLINE.com - Distribusi bantuan beras bagi warga terdampak Covid-19 oleh Pemerintah Kabupaten Kediri melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) terus mengalir.

Pada distribusi tahap empat di hari keempat ini diperuntukkan bagi 2.856 masyarakat dari 21 desa di Kecamatan Gurah. Masing-masing KPM (Keluarga Penerima Manfaat) menerima beras sebesar 10 kilogram. Usai keseluruhan beras tiba di Kantor Kecamatan Gurah, nantinya akan langsung diambil pihak desa dan disalurkan ke KPM.

Camat Gurah, Kaleb Satrio Wicaksono mengatakan, untuk penyaluran tahap empat ini jumlahnya masih sama dengan tahap sebelumnya, yakni 28 ton 560 kilogram, dengan jumlah KPM sebanyak 2.856 kepala keluarga. Diharapkan bantuan tersebut dapat membantu  memenuhi kebutuhan pokok warga atas dampak Covid-19. Sementara untuk penerima bantuan beras tersebut adalah warga di luar penerima PKH, BST, maupun bantuan dari provinsi.

“Jumlahnya masih sama. Nantinya setelah semua beras berada di kantor kecamatan, akan diambil pihak desa dan langsung didistribusikan ke warga,” kata Kaleb, Selasa (6/10).

Camat Gurah juga mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Kediri yang sudah membantu beras untuk warga yang membutuhkan. Dengan adanya beras tersebut diharapkan warga yang terdampak Covid-19 bisa terbantu dan mengurangi beban hidupnya. Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat agar tetap tenang dan waspada serta terus menjalankan protokol kesehatan, dengan sering mencuci tangan, jaga jarak, dan yang terpenting harus tetap disiplin.

Untuk diketahui, rincian penerima bantuan beras masing-masing desa adalah Adan-adan 129 KPM, Bangkok 200 KPM, Banyuanyar 269 KPM, Besuk 142 KPM, Blimbing 97 KPM, Bogem 41 KPM, Gabru 52 KPM, Gayam 78 KPM, Gempolan 145 KPM, Gurah 238 KPM, Kerkep 74 KPM, Kranggan 49 KPM, Ngasem 85 KPM, Nglumbang 46 KPM, Sukorejo 89 KPM, Sumbercangkring 143 KPM, Tambakrejo 86 KPM, Tiru Kidul 249 KPM, Tiru Lor 163 KPM, Turus 166 KPM, dan Wonojoyo 315 KPM. (adv/kominfo)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...