Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melakukan panen melon saat mengunjungi kawasan smart farming hortikultura di Desa Kaseangan, Kecamatan Manding, Senin (19/1/2026).
SUMENEP, BANGSAONLINE.com – Bupati Sumenep, Achmad Fauzi Wongsojudo, melakukan kunjungan kerja ke kawasan smart farming hortikultura di Desa Kaseangan, Kecamatan Manding, Senin (19/1/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk memantau langsung keberhasilan budidaya melon dengan metode Machida yang dikelola oleh petani milenial bernama Khalik.
BACA JUGA:
- Bupati Fauzi Pangkas Jam Kerja ASN Sumenep Selama Ramadhan 1447 H
- ASN di Sumenep Wajib Kenakan Busana Khusus Selama 3 Hari saat Peringati Hari Santri Nasional 2025
- Bupati Sumenep Apresiasi Baznas Jatim yang Siapkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Gempa
- Bangun Air Strip di Masalembu, Pemkab Sumenep dan Elnusa Jalin MoU
Metode Machida merupakan teknik pertanian berbasis teknologi asal Jepang yang kini tengah diuji coba di Kabupaten Sumenep. Keunggulan utamanya terletak pada produktivitas yang sangat tinggi. Jika pada pola konvensional satu batang pohon biasanya hanya menghasilkan sedikit buah, dengan metode ini satu pohon mampu memproduksi 20 hingga 30 buah melon.
Dalam peninjauan tersebut, Bupati Fauzi melihat langsung sistem kerja di dalam green house, mulai dari mekanisme tanam hingga perawatan intensif. Ia pun berkesempatan memanen dan mencicipi langsung buah melon hasil inovasi teknologi tersebut.
“Kualitas melon dengan metode Machida ini sangat berbeda dibandingkan metode lainnya. Teksturnya lebih bagus, renyah, tingkat kemanisannya pas, dan rasanya membuat orang ingin terus mencoba,” ujar Achmad Fauzi.
Ia menegaskan bahwa hasil ini membuktikan keunggulan teknologi smart farming dalam menciptakan komoditas pangan yang lebih berkualitas dibandingkan pola tanam tradisional.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




