Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, saat berkunjung ke RS Menur Surabaya.
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, mengapresiasi RS Menur sebagai institusi kesehatan yang mampu beradaptasi dengan kebijakan nasional. Hal tersebut diungkapkan dalam kunjungan kerja pada pekan lalu, Kamis (15/1/2026).
Menurut dia, Kementerian Kesehatan menargetkan rumah sakit umum di Indonesia tidak hanya melayani pasien dengan berbagai penyakit, tetapi juga memiliki layanan unggulan. Dalam hal ini, RS Menur menjadikan kesehatan mental sebagai fokus utama.
“Kami melihat langsung bagaimana RS Menur hadir sesuai ekspektasi pemerintah. Rumah sakit ini bukan hanya memiliki layanan dasar, tetapi juga memiliki unggulan, terutama dalam penanganan kesehatan mental atau mental illness,” kata Ning Lia.
Ia menambahkan, RS Menur berhasil menghilangkan stigma bahwa rumah sakit jiwa hanya fokus pada psikologi dan psikiatri. RS Menur sekarang memiliki layanan komprehensif mulai dari persalinan, rawat inap, hingga klinik tumbuh kembang.
“Rumah sakit ini tidak hanya menangani kesehatan mental. Banyak layanan lain yang masyarakat bisa akses, termasuk persalinan dan rehabilitasi,” ucap Ning Lia.
Namun, fenomena meningkatnya gangguan belajar pada anak akibat kecanduan gawai dan paparan konten digital negatif turut menjadi sorotannya.
“Kita perlu garis bawahi bahwa masih banyak anak-anak mengalami gangguan belajar, sulit fokus, hingga sulit mencerna pelajaran karena terpapar gadget secara berlebihan,” tuturnya.
Ning Lia mendorong edukasi mengenai kesehatan mental anak dan kecanduan digital terus digencarkan agar masalah tidak terlambat ditangani.
“Nanti kami ingin belajar lebih jauh tentang penanganannya agar ke depan kita bisa mencegah lebih banyak anak mengalami kondisi seperti ini,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur RS Menur, Fitria Dewi, menegaskan keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama, khususnya dukungan dari Gubernur Khofifah yang terus memperhatikan kebutuhan rumah sakit, mulai dari sarana, sumber daya manusia, hingga peningkatan standar pelayanan medis.
“Ini merupakan bentuk apresiasi bagi kami. RS Menur mendapat kesempatan untuk menunjukkan bahwa apa yang kami kerjakan benar-benar bertujuan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” paparnya.
Ia menambahkan, perhatian langsung Gubernur Jawa Timur terhadap kebutuhan rumah sakit menjadi dorongan besar bagi transformasi RS Menur.
“Bu Gubernur selalu memperhatikan perkembangan RS Menur. Mulai dari sarana, kebutuhan SDM, hingga kebijakan. Kami mendapat kekuatan dan dorongan luar biasa dari beliau,” ujarnya.
Fitria juga membenarkan apabila pihaknya menerima banyak pasien anak dengan keluhan serupa, mulai dari kecanduan gawai, paparan pornografi, kekerasan, hingga perilaku agresif.
“Pasien kami memang banyak anak-anak dengan masalah kecanduan gadget. Ada yang sampai terpapar pornografi, kekerasan, hingga perilaku agresif. Bahkan ada beberapa yang harus dirawat inap,” ungkapnya.
Sebagai langkah intervensi, RS Menur menyiapkan klinik gangguan belajar untuk penanganan medis dan psikososial agar kondisi anak dapat segera ditangani.
Direktorat Rumah Sakit Menur Surabaya menyampaikan rasa bangga atas apresiasi publik dan dukungan pemerintah terhadap transformasi layanan kesehatan yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.
Modernisasi fasilitas dan penguatan layanan kesehatan mental dinilai sebagai langkah maju penting bagi Jawa Timur dalam menghadapi tantangan kesehatan masyarakat. (rev/mar)






