Ning Lia saat bersama Mendikdasmen.
JAKARTA, BANGSAONLINE.com - Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan jumlah pengusulan terbanyak dalam Program Revitalisasi Satuan Pendidikan melalui jalur DPD RI. Hingga akhir Januari 2026, sebanyak 1.981 lembaga pendidikan di Jawa Timur mengajukan usulan revitalisasi.
Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama atau yang akrab disapa Ning Lia, mengapresiasi tingginya partisipasi sekolah di daerahnya. Menurut dia, revitalisasi tidak hanya meningkatkan kualitas sarana belajar, tetapi juga memberi dampak langsung pada perekonomian lokal.
BACA JUGA:
- 200 Siswa Surabaya Diduga Keracunan MBG, Ning Lia: Harus Ada Penyesuaian Porsi Sesuai Kemampuan SPPG
- Ingat Proses Perjuangan Sulit, Anggota DPD RI Lia Istifhama Enggan Khianati Amanah Masyarakat
- Ning Lia Dukung Pembangunan RPH Halal Tingkat Provinsi
- Ning Lia Ajak Alumni UINSA Jaga Silaturahmi dan Almamater
“Jawa Timur menjadi provinsi dengan jumlah pengusulan revitalisasi satuan pendidikan tertinggi melalui DPD RI, yakni 1.981 lembaga pendidikan,” ujarnya usai rapat Komite III DPD RI bersama Kemendikdasmen di Jakarta pada Selasa (27/1/2026).
Ning Lia menjelaskan, program ini memiliki efek pengganda ekonomi karena dana konstruksi masuk ke daerah. Dengan multiplier effect sektor infrastruktur berkisar 1,5-2,0, revitalisasi dinilai mampu mendorong pemerataan pertumbuhan antarwilayah.
Secara nasional, tercatat 62.629 usulan revitalisasi sekolah telah masuk sistem, dengan 12.326 satuan pendidikan melengkapi dokumen persyaratan, mayoritas dari jenjang SD.
Melalui mekanisme swakelola, jumlah sekolah yang direvitalisasi meningkat 54,9 persen, dari 10.440 menjadi 16.167 sekolah di 38 provinsi, 514 kabupaten/kota, dan 5.273 kecamatan.
Ning Lia juga mengapresiasi sistem digital dalam pengajuan revitalisasi yang mempercepat proses dan meminimalkan kesalahan administrasi. Ia menekankan peran pemerintah daerah sangat krusial, mulai dari menentukan prioritas kerusakan sekolah, verifikasi lapangan, hingga pendampingan administrasi.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




