Senin, 25 Januari 2021 14:20

Menkopolhukam: Vaksin Covid-19 Belum Ada, Penggantinya Terapkan 4 Protokol Kesehatan

Sabtu, 03 Oktober 2020 22:58 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Catur Andy
Menkopolhukam: Vaksin Covid-19 Belum Ada, Penggantinya Terapkan 4 Protokol Kesehatan

SIDOARJO, BANGSAONLINE.com - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD membagikan masker kepada pengemudi bus, di Terminal Purabaya Sidoarjo, Sabtu (3/10). Karena keampuhan masker ini lebih dari 90 persen untuk menolak penyakit dan menghalangi virus itu menular ke orang lain.

Hal itu disampaikan oleh Mahfud saat melakukan kampanye protokol kesehatan pandemi Covid-19 dengan membagikan masker. Pembagian itu diserahkan secara simbolis ke Kepala UPTD Terminal Purabaya dan awak bus.

Mahfud mengatakan bahwa, penularan virus Corona betul-betul sangat cepat dan masif. Sampai saat ini pemerintah belum memiliki vaksin. Untuk menghadapi Covid-19 caranya ada dua. Yang pertama mencegah bagi belum terkena (vaksin), dan yang kedua mengobati.

"Sedangkan untuk obat bagi pemerintah masih tersedia, sehingga angka kesembuhan semaking meningkat. Tetapi juga tidak sedikit yang menjadi korban kematian," cetus Mahfud dalam sambutannya di Terminal Purabaya Sidoarjo, Sabtu (3/10/2020).

Untuk vaksin, Mahfud mengatakan pemerintah mengusahakan bulan November dan Desember sudah tersedia dan saat ini masih dalam proses usaha.

"Sementara belum ada vaksin, maka pemerintah menyerukan protokol kesehatan kepada seluruh masyarakat dan kantor-kantor pemerintah atau swasta. Begitu juga kegiatan tranportasi publik dan tempat rekreasi supaya bisa dimulai dinormalkan tetapi dengan menerapkan protokol kesehatan," tambah Mahfud.

Protokol kesehatan sebagai pengganti vaksin, sebelum ditemukannya vaksin dalam bentuk obat itu ada empat. Yang pertama memakai masker pada saat akan keluar rumah. Karena masker tidak bisa ditulari dan menulari orang kalau kebetulan ada virus.

"Jadi virus itu akan menular dari mulut ke hidung dan ke mata. Akan terlindung kalau memakai masker, tidak menulari dan ditulari orang lain. Ada yang mengatakan bahwa keampuhan masker ini lebih dari 90 persen untuk menolak penyakit atau virus tersebut," terang Mahfud.

"Yang kedua menjaga jarak. Jarak yang dianjurkan itu antara 1,5 sampai 2 meter. Karena dengan jaga jarak tersebut dikawatirkan ada orang lain yang membawa virus. Dengan jaga jarak, virus itu tidak akan sampai ke kita virus akan jatuh dengan sendirinya," katanya.

"Yang ketiga diharuskan mencuci tangan dengan sabun, Karena virus itu akan mati dan meleleh dengan sabun. Yang keempat harus bisa mengatur sirkulasi udara di rumah atau di dalam mobil," pungkas Mahfud. (cat/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...