Baihaki Siradj, Direktur Eksekutif ARC Indonesia. foto: DIDI ROSADI/ BANGSAONLINE
Menurut Baihaki, yang paling sederhana untuk melihat pengalaman, yakni dari legislatif, eksekutif, atau dalam kepemimpinannya di masyarakat.
Baihaki mencontohkan Bapaslon Lindra-Riyadi. Lindra merupakan politikus Golkar, berpengalaman menjadi anggota DPRD Jatim, selain itu juga merupakan anak dari mantan Bupati Tuban periode 2001-2011, Haeny Relawati Rini Widyastuti.
"Sedikit banyak juga bisa belajar dari pengalaman orang tuanya dalam memimpin Tuban," ungkapnya.
Kemudian Khozanah Hidayati atau Mbak Ana, kata Baihaki, merupakan kader perempuan PKB, berpengalaman menjabat DPRD Jatim, dan merupakan kader NU, pada pencalonannya menggandeng politikus Demokrat. "Ini kolaborasi dua politikus, tentu memiliki modal cukup untuk memimpin Tuban," tandasnya.
Tapi tidak kalah dengan dua bapaslon adalah Setiajit dan RM. Armaya Mangkunegara. Setiajit dengan latar belakang birokrasi, lama mengabdi di Pemprov Jatim, berbagai jabatan sebagai Kepala OPD pernah dijabatnya, terakhir sebagai Kepala ESDM Pemprov Jatim.
Bahkan beber Baihaki, Setiajit juga pernah dipercaya sebagai Pj Bupati di Jombang dan dan Plt. Bupati Bojonegoro. "Itu Artinya beliau memiliki pengalaman yang sangat panjang dalam kepemimpinan birokrasi, dan itu bisa menjadi modal yang sangat penting untuk memimpin Tuban dengan semua sumber daya yang dimiliki," pungkasnya. (mdr)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




