Waspadalah! Pewarna Rambut Diduga Sebabkan Kanker

Waspadalah! Pewarna Rambut Diduga Sebabkan Kanker Pekerja salon menggunakan alat pengeriting rambut. foto: Justin Sullivan. foto: getty images

BANGSAONLINE.com - Sebuah studi yang melibatkan banyak responden, memperjelas hubungan berteori antara pewarna rambut dan kanker.

Studi tidak menemukan hubungan, jika pernah menggunakan pewarna rambut dan peningkatan risiko kanker pada wanita. Namun, penelitian menemukan kemungkinan hubungan antara pewarna rambut dan beberapa bentuk kanker payudara, kanker ovarium, dan jenis kanker kulit yang paling umum. Peneliti menyatakan, "memerlukan penyelidikan lebih lanjut".

Studi yang dipublikasikan di BMJ minggu ini, melihat data dari proyek penelitian lain, yang disebut Nurses 'Health Study'. Studi itu melacak kebiasaan kesehatan dan gaya hidup relawan sejak 1976, dengan kuesioner yang dikirim dan dikembalikan setiap dua atau empat tahun. Lebih dari 120.000 wanita berusia antara 30 hingga 55 tahun, pada awalnya terdaftar.

Para peneliti dari studi ini mengamati 117.200 wanita yang merinci apakah mereka pernah menggunakan pewarna rambut permanen atau tidak, dan dilaporkan bebas dari kanker pada awal proyek.

Rata-rata, para wanita diikuti selama 36 tahun, dan sepertiga melaporkan penggunaan pewarna rambut. Selama waktu itu, ada lebih dari 47.000 kasus kanker yang dilaporkan sendiri oleh responden, dan juga tercatat lebih dari 4.800 kematian.

Studi tidak menemukan hubungan signifikan antara kemungkinan besar sebagian besar kanker dan penggunaan pewarna rambut, terlepas dari seberapa lama atau seringnya perempuan menggunakan pewarna rambut. Peneliti juga tidak menemukan hubungan antara risiko kematian yang lebih besar akibat kanker dan penggunaan pewarna rambut.

Namun, dibandingkan dengan wanita yang tidak menggunakan pewarna rambut, wanita yang pernah menggunakan pewarna rambut memiliki risiko lebih tinggi terkena kanker payudara reseptor-hormon negatif, suatu bentuk kanker payudara yang cenderung tumbuh lebih cepat, memengaruhi perempuan yang lebih muda. Mereka juga memiliki risiko terkait kanker ovarium dan karsinoma sel basal yang lebih tinggi, bentuk kanker kulit yang paling umum tetapi sangat dapat diobati.

Hasil studi baru ini sesuai dengan penelitian lain yang menunjukkan tidak ada hubungan antara pewarna rambut dan berbagai jenis kanker, termasuk studi tahun 1994 yang menggunakan kelompok perempuan yang sama yang mengesampingkan kaitan pewarna rambut dengan leukemia dan kanker darah terkait.

Sumber: gizmodo.com

Simak berita selengkapnya ...