Lahan yang akan dibangun Gedung Radioterapi RSUD Ibnu Sina. Foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
GRESIK, BANGSAONLINE.com - Rumah Sakit Ibnu Sina tahun ini bakal membangun dua gedung baru. Yaitu gedung rawat jalan terpadu diagnostic center dan gedung radioterapi atau terapi kanker.
Dua bangunan baru itu berada di satu kompleks bangunan utama RSUD Ibnu Sina yang memiliki luas lahan 5,1 hektare, di Jalan Dr. Wahidin SH, Kebomas.
BACA JUGA:
- Dosen ITS Gagas Penyembuhan Kanker Anak Melalui Pendekatan Multisensory Healing Model
- JKN Menjadi Harapan Baru Bagi Sri untuk Bertahan dan Melanjutkan Pengobatan Kanker
- Hari Pahlawan Jadi Semangat Program JKN untuk Saling Bantu Ringankan Pengobatan Pasien Kanker
- Gedung Rawat Jalan dan Diagnostik Terpadu RSUD Ibnu Sina Gresik Resmi Dibuka
Direktur Utama (Dirut) Rumah Sakit Ibnu Sina Gresik dr. Soni mengatakan bangunan gedung rawat jalan terpadu diagnostic center berlokasi di belakang gedung utama RSUD. Sementara gedung radioterapi atau terapi kanker ada di selatan areal perkir kendaraan. Tepatnya, sisi barat gedung utama RSUD.
"Untuk pembangunan gedung rawat jalan terpadu diagnostic center menelan anggaran sebesar Rp67 miliar. Sementara gedung radioterapi menelan anggaran Rp21,440 miliar," ucap dr. Soni saat menggelar focus group discussion (FGD) dengan Komisi IV DPRD Gresik dan wartawan di Gedung RSUD Ibnu Sina, Kamis ((6/7/2023)
Menurut Soni, dua gedung itu untuk menunjang kebutuhan di RSUD Ibnu. "Anggaran yang kami pakai untuk pembangunan dari pendapatan RSUD, dari BLUD," tuturnya.
Lebih lanjut, Soni menjelaskan pembangunan gedung rawat jalan terpadu diagnostic center dilakukan 2 tahap atau multiyears. Yaitu tahun 2023 dan 2024.
"Pembangunan dua gedung baru itu sebagai tindak lanjut masterplan bangunan di RSUD Ibnu Sina yang dibuat pada tahun 2016. Tahun ini baru bisa direalisasikan," terangnya.
Soni menyebutkan bahwa gedung rawat jalan terpadu diagnostic center akan dibangun 7-8 lantai. Untuk lantai 1-3 dibangun dengan desain dinding terbuka atau kaca, sedangkan mulai lantai 6 dinding tertutup.
"Untuk kelanjutan pembangunan gedung lantai 9 dan atap dilakukan pada tahun 2024," terangnya.
Menurutnya, gedung itu dibutuhkan karena saat ini sejumlah poli tak terpusat di satu banguan gedung. Sehingga, pasien harus pindah satu gedung ke gedung lain untuk pemeriksaan medis.
"Gedung poli di rawat jalan RSUD Ibnu Sina saat ini terpencar, ada di timur dan barat. Untuk itu, pasien kalau rawat di sejumlah poli harus keliling. Nah, nantinya setelah gedung baru terbangun dan dioperasikan, poli akan tersentral di satu gedung," bebernya.
Klik Berita Selanjutnya
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




