Lahan yang akan dibangun Gedung Radioterapi RSUD Ibnu Sina. Foto: SYUHUD/ BANGSAONLINE
Soni mengungkapkan, pembangunan proyek gedung terpadu tahap satu memakan waktu 5,5 bulan. Waktunya bisa singkat karena proses pembangunan akan dikerjakan 24 jam.
"Perencanaan sudah kami lakukan tahun 2022. Tahap manajemen kontruksi (MK) sudah jalan. Bulan Juli dijadwalkan sudah ada pemeneng lelang," katanya.
Sementara itu, untuk gedung radioterapi, konstruksi bangunannya akan berbeda. Untuk tebal dinding gedung hingga 3 meter karena gedung ini memiliki tingkat radiasi tinggi.
"Makanya, membutuhkan izin bangunan sendiri dan operasional juga ada izin sendiri," katanya.
Soni menambahkan, untuk mempersiapkan keberadaan gedung radioterapi, salah satu syaratnya adalah RSUD harus memiliki tenaga medis (dokter ahli) di bidang itu.
"Untuk tenaga medisnya kami sudah siap, meski gedungnya belum ada. Sebab, itu yang disyaratkan," terangnya.
Untuk menunjang keberadaan gedung baru itu, RSUD Ibnu Sina mendapatkan bantuan dana alokasi khusus (DAK) sebesar Rp51 miliar.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPRD Gresik, Mohammad, meminta RSUD Ibnu Sina terus meningkatkan pelayanan untuk mendukung adanya dua bangunan gedung baru tersebut.
"Terutama, sumber daya manusia (SDM) harus ramah dalam melayani pasien. Sebab, itu merupakan salah satu obat agar pasien cepat sembuh," pesannya.
Hadir juga dalam FGD, anggota Komisi IV Syaichu Busiri, serta Komunitas Wartawan Gresik (KWG) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). (hud/rev)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




