Sabtu, 05 Desember 2020 12:05

​Geregetan Gudang Tak Kunjung Dibuka, Petani di Probolinggo Gelar Aksi Bakar Tembakau Siap Jual

Senin, 31 Agustus 2020 17:05 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: Andi Sirajudin
​Geregetan Gudang Tak Kunjung Dibuka, Petani di Probolinggo Gelar Aksi Bakar Tembakau Siap Jual
Aksi pembakaran tembakau oleh petani di Kabupaten Probolinggo sebagai aksi protes karena gudang tak segera buka.

PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com - Kemarahan para petani tembakau di Kabupaten Probolinggo sudah di ubun-ubun. Hal itu gara-gara hasil panen tembakau mereka yang tak laku terjual, lantaran gudang tembakau yang tak kunjung dibuka.

Untuk mengekspresikan kekesalannya, para petani di Kabupaten Probolinggo nekat membakar tembakau hasil rajangannya. Aksi bakar tembakau rajangan hasil panen ini sebagai bentuk protes kepada Pemkab Probolinggo dan pihak gudang pabrikan yang hingga saat ini tak kunjung buka.

Aksi bakar ini terjadi di Desa Petunjungan, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo yang juga merupakan sentra penghasil tembakau. Aksi bakar ini diikuti puluhan petani yang mengaku resah atas sikap pemerintah melalui OPD terkait yang hingga saat ini belum mengambil sikap atas permasalahan para petani tersebut.

Pantauan di lapangan, para petani tembakau memotong tanaman tembakaunya di sawahnya, lalu ditumpuk dan dibakarnya bersama tembakau yang sudah dirajang alias tembakau yang siap dijual.

"Kita menyesal tanam tembakau kalau ujung-ujungnya gudang pabrikan masih enggan buka gudangnya. Jelas saja, kalau belum buka kayak sekarang, tembakau kami tak ada yang mau membeli," ujar Fadhol, Petani Tembakau dari Desa Petunjungan, Kecamatan Paiton, kepada BANGSAONLINE.com, Senin (31/8).

Fadhol mengaku jika pihaknya sudah banyak mengeluarkan modal besar untuk merawat maupun saat tanam tembakau waktu lalu.

"Kalau dikatakan rugi, yang jelas kita rugi besar mas. Kita sudah banyak mengeluarkan uang cukup banyak mulai dari persiapan lahan, beli bibit, beli pupuk, hingga merawat tanaman tembakaunya sampai panen. Kita berharap agar pemerintah ikut memikirkan masalah ini," tegas Fadhol.

Senada dengan Fadhol, Tahiruddin juga mengaku kecewa dengan sikap pemerintah atau Pemkab Probolinggo yang hingga saat ini belum mengambil sikap tegas dan solusi atas nasib petani tembakau saat ini.

"Harapan petani hanya kepada pemerintah, supaya bisa mencarikan solusi dengan mengundang para pemilik gudang supaya cepat dibuka. Kalau ini tetap dibiarkan, jelas petani akan menjadi korban," ujar Tahiruddin usai membakar kiloan tembakaunya yang sudah dirajangnya.

Tahiruddin juga mendesak kepada pemerintah supaya cepat mengambil sikap agar gudang segera buka.

"Kalau memang tahun ini gudang tidak mau mengambil tembakau, mestinya disosialisasikan dulu ke petani, supaya dilarang tanam tembakau. Biar kita tidak tanam," ucapnya dengan mimik kekecewaan yang mendalam.

Aksi bakar tembakau sebagai aksi protes kepada pemerintah daerah dan sejumlah gudang pabrikan ini menjadi tontonan warga. (ndi/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Selasa, 01 Desember 2020 16:52 WIB
PROBOLINGGO, BANGSAONLINE.com – Meletusnya Gunung Semeru di Kabupaten Lumajang, tidak mengakibatkan kenaikan material vulkanik di Gunung Bromo, Kabupaten Probolinggo.Namun demikian, status Gunung Bromo tetap level II atau waspada. Sehingga pengunju...
Sabtu, 28 November 2020 22:34 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Nahdlatul Ulama (NU) punya khasanah (bahasa) baru: Neo Khawarij NU. Istilah seram ini diintroduksi KH Imam Jazuli, LC, MA, untuk mestigmatisasi kelompok kritis NU: Komite Khittah Nahdlatul Ulama (KKNU). Khawarij ...
Rabu, 02 Desember 2020 21:44 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*39. walawlaa idz dakhalta jannataka qulta maa syaa-a allaahu laa quwwata illaa biallaahi in tarani anaa aqalla minka maalan wawaladaanDan mengapa ketika engkau memasuki kebunmu tidak mengucapkan ”Masya Allah, ...
Kamis, 03 Desember 2020 15:46 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...