Jumat, 30 Oktober 2020 23:24

​Pembelajaran Daring Tak Efektif untuk SD, Prodi Teknik, dan Kedokteran, Perlu Penyesuaian Kurikulum

Minggu, 16 Agustus 2020 23:54 WIB
Editor: MMA
Wartawan: Nanang Fachrurozi
​Pembelajaran Daring Tak Efektif untuk SD, Prodi Teknik, dan Kedokteran, Perlu Penyesuaian Kurikulum
Dr. Meithiana Indrasari, ST., M.M. foto: ist/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pembelajaran secara daring dianggap menjadi solusi kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi Corona. Namun, meski telah disepakati, cara ini menuai kontroversi. Bagi tenaga pengajar, sistem pembelajaran daring hanya efektif untuk penugasan. Mereka menganggap pembelajaran dengan sistem daring membuat siswa sulit memahami materi.

"Bergantung level. Kalau perguruan tinggi no problem, karena memang skema online sudah ada sejak dulu. Tapi kalau pendidikan dasar masih kurang berkualitas dan kurang efektif," ujar Dr. Meithiana Indrasari, ST., M.M., Wakil Rektor IV Universitas Dr. Soetomo Surabaya kepada bangsaonline.com, Ahad (16/8/2020).

Seberapa efektifkah pembelajaran daring selama pandemi? Mei – panggilan akrab Meithiana Indrasari - berpendapat, untuk mengukur keefektifan perlu melihat level pendidikannya. Menurut dia, jika anak didik Sekolah Dasar (SD) tentu sangat sulit mencapai keefektifan. Kecuali, jika ditambah dengan pendampingan orang tua.

"Namun jika di level perguruan tinggi, sebenarnya hampir bisa dipastikan tidak ada masalah dalam transfer knowledge, utamanya untuk prodi-prodi sosial. Namun ada juga prodi yang cukup sulit melaksanakannya secara online, seperti prodi-prodi kedokteran ataupun teknik yang harus menggunakan lab dan alat-alat khusus. Maka memang selama pandemi yang berkepanjangan ini, kurikulum perlu menyesuaikan," tambah wanita yang aktif di dunia medsos ini.

Tidak hanya itu, menurut Mei, ketidakefektifan yang lain adalah terkait jaringan internet yang di beberapa pelosok masih banyak kendala. Menurut dia, masyarakat sangat terasa susah melakukan pembelajaran dengan sistem daring ini.

"Maka yang menjadi urgen adalah bagaimana mengemas seluruh kurikulum, dari level dasar hingga tinggi untuk situasi krisis seperti saat ini. Dan pemerintah harus hadir dan segera menyelesaikan permasalahan ini, karena tidak mungkin lembaga pendidikan jalan sendiri-sendiri dengan kebijakannya sendiri-sendiri," pungkasnya. (nf)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 28 Oktober 2020 18:30 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Selama ini, masyarakat jamak mengetahui khasiat minyak kayu putih dipakai sebagai penghilang masuk angin atau perut kembung. Jarang atau belum banyak yang tahu kalau minyak tersebut berasal dari sebuah tanaman kayu putih. ...
Senin, 12 Oktober 2020 19:15 WIB
Oleh: M Mas’ud Adnan --- Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) minta para kepala daerah meniru Jawa Timur dan Sulawesi Selatan dalam menangani Covid-19. Dua provinsi tersebut – menurut Jokowi - mampu menekan angka kasus Covid-19."Saya mencata...
Kamis, 22 Oktober 2020 10:40 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*34. wakaana lahu tsamarun faqaala lishaahibihi wahuwa yuhaawiruhu anaa aktsaru minka maalan wa-a’azzu nafaraandan dia memiliki kekayaan besar, maka dia berkata kepada kawannya (yang beriman) ketika bercakap-ca...
Rabu, 28 Oktober 2020 10:49 WIB
>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan alamat. <<&l...