Selasa, 26 Januari 2021 12:23

​Pembelajaran Daring Tak Efektif untuk SD, Prodi Teknik, dan Kedokteran, Perlu Penyesuaian Kurikulum

Minggu, 16 Agustus 2020 23:54 WIB
Editor: MMA
Wartawan: Nanang Fachrurozi
​Pembelajaran Daring Tak Efektif untuk SD, Prodi Teknik, dan Kedokteran, Perlu Penyesuaian Kurikulum
Dr. Meithiana Indrasari, ST., M.M. foto: ist/ bangsaonline.com

SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Pembelajaran secara daring dianggap menjadi solusi kegiatan belajar mengajar di tengah pandemi Corona. Namun, meski telah disepakati, cara ini menuai kontroversi. Bagi tenaga pengajar, sistem pembelajaran daring hanya efektif untuk penugasan. Mereka menganggap pembelajaran dengan sistem daring membuat siswa sulit memahami materi.

"Bergantung level. Kalau perguruan tinggi no problem, karena memang skema online sudah ada sejak dulu. Tapi kalau pendidikan dasar masih kurang berkualitas dan kurang efektif," ujar Dr. Meithiana Indrasari, ST., M.M., Wakil Rektor IV Universitas Dr. Soetomo Surabaya kepada bangsaonline.com, Ahad (16/8/2020).

Seberapa efektifkah pembelajaran daring selama pandemi? Mei – panggilan akrab Meithiana Indrasari - berpendapat, untuk mengukur keefektifan perlu melihat level pendidikannya. Menurut dia, jika anak didik Sekolah Dasar (SD) tentu sangat sulit mencapai keefektifan. Kecuali, jika ditambah dengan pendampingan orang tua.

"Namun jika di level perguruan tinggi, sebenarnya hampir bisa dipastikan tidak ada masalah dalam transfer knowledge, utamanya untuk prodi-prodi sosial. Namun ada juga prodi yang cukup sulit melaksanakannya secara online, seperti prodi-prodi kedokteran ataupun teknik yang harus menggunakan lab dan alat-alat khusus. Maka memang selama pandemi yang berkepanjangan ini, kurikulum perlu menyesuaikan," tambah wanita yang aktif di dunia medsos ini.

Tidak hanya itu, menurut Mei, ketidakefektifan yang lain adalah terkait jaringan internet yang di beberapa pelosok masih banyak kendala. Menurut dia, masyarakat sangat terasa susah melakukan pembelajaran dengan sistem daring ini.

"Maka yang menjadi urgen adalah bagaimana mengemas seluruh kurikulum, dari level dasar hingga tinggi untuk situasi krisis seperti saat ini. Dan pemerintah harus hadir dan segera menyelesaikan permasalahan ini, karena tidak mungkin lembaga pendidikan jalan sendiri-sendiri dengan kebijakannya sendiri-sendiri," pungkasnya. (nf)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Kamis, 07 Januari 2021 16:58 WIB
PAMEKASAN, BANGSAONLINE.com - Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kabupaten Pamekasan dalam masa pandemi ini tetap bertekad memberikan wahana hiburan rekreasi sekaligus olahraga, terutama bagi anak-anak dan usia dini.Melalui kapasitas dan potensi...
Minggu, 17 Januari 2021 10:07 WIB
Oleh: M. Aminuddin --- Peneliti Senior Institute for Strategic and Development Studies (ISDS)--- Di awal tahun 2021 ini Kemendikbud telah merelease tekadnya untuk melanjutkan apa yang disebutnya sebagai transformasi pendidikan dan pemaju...
Sabtu, 16 Januari 2021 19:54 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*50. Wa-idz qulnaa lilmalaa-ikati usjuduu li-aadama fasajaduu illaa ibliisa kaana mina aljinni fafasaqa ‘an amri rabbihi afatattakhidzuunahu wadzurriyyatahu awliyaa-a min duunii wahum lakum ‘aduwwun bi/sa lil...
Sabtu, 26 Desember 2020 12:03 WIB
Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam tentang kehidupan sehari-hari. Diasuh Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A, Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA) dan pengasuh Pesantren Mahasiswa An-Nur Wono...