Sabtu, 08 Agustus 2020 12:47

Perangkat Desa Asempapak Cabuli Siswi SD, Ketahuan Saat Nekat Lamar Korban

Selasa, 14 Juli 2020 17:31 WIB
Editor: Yudi Arianto
Wartawan: M Syuhud Almanfaluty
Perangkat Desa Asempapak Cabuli Siswi SD, Ketahuan Saat Nekat Lamar Korban
Ilustrasi. foto: net

GRESIK, BANGSAONLINE.com - Seorang oknum perangkat di Desa Asempapak, Kecamatan Sidayu dilaporkan ke Polres Gresik. Oknum perangkat desa berinisial S (55) ini dilaporkan karena mencabuli siswi Sekolah Dasar (SD). Keluarga korban yang melaporkan S.

Kasus ini tengah ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Gresik. Informasinya, terduga pelaku S nekat merenggut kesucian Mawar yang menjadi anak yatim setelah ditinggal mati ayahnya, saat berusia kelas V SD.

Saat itu, terduga pelaku merenggut kegadisan Mawar (bukan nama sebenarnya) yang masih tetangganya sendiri itu, saat korban bermain dengan cucunya di rumahnya.

Setelah itu, terduga pelaku berulang kali mengulangi aksi bejatnya setiap ada kesempatan, baik di rumah maupun di makam desa, hingga aksi bejatnya terbongkar.

Terbongkarnya aksi bejat terduga pelaku, ketika dia bertandang ke rumah korban. Saat itu, terduga pelaku S berinisiatif untuk melamar korban. Tak pelak, keluarga korban kaget dan curiga.

Ibu korban kemudian memaksa anaknya untuk buka suara. Korban kemudian mengaku telah dicabuli oleh pelaku.

Kasus itu oleh keluarga korban kemudian dilaporkan ke RT dan diteruskan ke Kepala Desa Asempapak, selanjutnya dilaporkan ke pihak berwajib.

Kepala Desa Asempapak, Abdul Qodir kepada wartawan membenarkan jika ada salah satu perangkat desanya yang melakukan persetubuhan terlarang itu. "Iya benar seperti itu," ujar Abdul Qodir kepada wartawan, Salesa (14/7).

Menurut dia, setelah dirinya menerima laporan dari keluarga korban, langsung menonaktifkan terduga pelaku S dari jabatannya. "Jadi, sudah nonaktif sejak dua bulan lalu saat menerima laporan dari pihak keluarga dan polisi. Untuk mencegah gejolak di masyarakat, sebagai antisipasinya ya seperti itu," jelasnya.

Sebelum dinonaktifkan, tambah Abdul Qodir, dirinya memanggail terduga pelaku S. "Terduga pelaku mengakui sesuai laporan, langsung kami nonaktifkan," pungkasnya.

Sementara Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto belum bisa memberikan keterangan karena harus cek anak buahnya terlebih dulu. "Saya cek dulu Mas," katanya. (hud/ian)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Jumat, 24 Juli 2020 19:36 WIB
SURABAYA, BANGSAONLINE.com - Kreatif. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan apa yang sudah dilakukan oleh Pemkot Surabaya dalam usahanya mempercantik kawasan Ekowisata Mangrove Medokan Sawah. Betapa tidak, dari sejumlah barang-barang bekas, sepe...
Kamis, 06 Agustus 2020 20:34 WIB
Oleh: Prof Dr Rochmat WahabPada hakekatnya manusia bermula dari lahir, tumbuh dan berkembang mencapai puncak, menurun dan berakhir dengan wafat. Inilah sunnatullah, normalnya manusia, walau pada prakteknya ada juga yang dipanggil Allah SWT, s...
Minggu, 02 Agustus 2020 22:39 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...