Jumat, 14 Agustus 2020 18:20

Terdampak Covid-19, Realisasi PAD Kota Batu Baru Capai 28,36 Persen

Kamis, 02 Juli 2020 13:32 WIB
Editor: Revol Afkar
Wartawan: Agus Salimullah
Terdampak Covid-19, Realisasi PAD Kota Batu Baru Capai 28,36 Persen
M. Chori, Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Batu.

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Pandemi Covid-19 ternyata berdampak besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Kota Batu. Hingga triwulan kedua, realisasi PAD baru mencapai 28,36 persen atau senilai Rp 58,7 miliar dari target Rp 207 miliar.

"Selama pandemi Covid-19 sejak Maret hingga Juni 2020, Pemkot Batu sangat minim pemasukan. Hal ini disebabkan karena PAD Kota Batu ditopang dari sektor pajak dan retribusi di bidang pariwisata, hiburan, resto, dan hotel yang harus tutup total," ujar M. Chori, Kepala Badan Keuangan Daerah Kota Batu kepada awak media, Kamis (2/7).

Selain tidak adanya pajak dari tempat wisata, hiburan, resto dan hotel, Pemkot Batu juga menerapkan pembebasan retribusi pasar, kebersihan, hingga pembebasan tarif retribusi PDAM.

"Dengan ditutupnya sektor pariwisata dan pembebasan beberapa retribusi tersebut, secara tak langsung membuat potensi PAD Kota Batu rendah. Kami prediksi, PAD tahun 2020 ini akan berkurang sampai 40 persen atau Rp 80,8 miliar dari target Rp 207 miliar," terang M. Chori yang juga Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Batu.

Namun menurut Chori, penurunan target tersebut bukan jadi masalah. Yang terpenting, bagaimana Pemkot Batu menggerek dunia usaha agar kembali pulih seperti sebelumnya.

Saat ini, di masa transisi menuju new normal, pihak Diskumdag tengah melakukan kajian. Misalnya dengan melihat apakah ada kenaikan tren penjualan di pasar ketika hotel dan tempat wisata mulai dibuka.

Sementara itu, Wali Kota Batu Hj. Dra. Dewanti Rumpoko meminta agar sisa anggaran untuk penanganan Covid-19 bisa dimanfaatkan sebagai stimulus pemulihan ekonomi bagi yang terdampak Covid-19.

"Nanti sisa anggaran Covid-19 seperti sisa anggaran jaring pengaman sosial (JPS) di Dinsos sudah bisa digunakan untuk recovery ekonomi. Begitu juga di dinas lainnya," ujar Dewanti.

Menurutnya, recovery ekonomi itu nantinya bisa berupa permodalan atau fasilitas lainnya melalui program SKPD masing-masing.

"Misalnya Diskumdag untuk pemulihan di bidang perdagangan dan Dinas Pertanian dengan pemberian bantuan bibit atau lainnya untuk petani yang terdampak," pungkasnya. (asa/rev)

Disnak Jatim Pastikan Telur yang Beredar Aman dan Sehat untuk Dikonsumsi
Rabu, 20 November 2019 13:57 WIB
Kepala Disnak Jatim, Wemmi Niamawati melakukan kampanye telur ayam Jawa Timur sehat, bebas zat beracun bersama staf di halaman Kantor Disnak Jatim.Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur dengan melaksanakan kampanye "Telur Ayam Jawa Timur Sehat Bebas Za...
Rabu, 12 Agustus 2020 20:53 WIB
NGANJUK, BANGSAONLINE.com - Mengantisipasi lonjakan penumpang saat libur panjang sekaligus meningkatkan bentuk pelayanan, KAI Daop 7 Madiun akan mengoperasikan dua KA Brantas, yakni KA 117 dan KA 118 relasi Blitar-Pasar Senen.Manajer Humas PT KAI Dao...
Kamis, 13 Agustus 2020 16:50 WIB
Oleh: Suparto Wijoyo---Ketika HARIAN BANGSA mengontak untuk membahas pilkada 9 Desember 2020, saya sedang bersungguh-sungguh untuk menyuguhkan argumentasi mengenai krisis pangan yang akan mengancam, apabila negeri ini tidak mampu membang...
Kamis, 13 Agustus 2020 09:55 WIB
Oleh: Dr. KH. A Musta'in Syafi'ie M.Ag*25. Walabitsuu fii kahfihim tsalaatsa mi-atin siniina waizdaaduu tis’aanDan mereka tinggal dalam gua selama tiga ratus tahun dan ditambah sembilan tahun.26. Quli allaahu a’lamu bimaa labitsuu lahu ghaybu als...
Senin, 03 Agustus 2020 11:04 WIB
>>>>>> Rubrik ini menjawab pertanyaan soal Islam dalam kehidupan sehari-hari dengan pembimbing Prof. Dr. KH. Imam Ghazali Said, M.A.. Kirim WA ke 081357919060, atau email ke bangsa2000@yahoo.com. Jangan lupa sertakan nama dan ala...