DLH Kota Batu Apresiasi Sistem Desentralisasi Pengelolaan Sampah Desa

DLH Kota Batu Apresiasi Sistem Desentralisasi Pengelolaan Sampah Desa Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni.

KOTA BATU, BANGSAONLINE.com - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batu memberikan apresiasi terhadap penerapan sistem desentralisasi pengelolaan sampah hingga tingkat desa dan kelurahan. Langkah tersebut dinilai efektif mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) serta meningkatkan partisipasi masyarakat.

Kepala Desa Junrejo, Andi Faisal Hasan, menyebut sistem desentralisasi di desanya mendapat pengakuan dari DLH. 

“Pengelolaan sampah di Junrejo ini diapresiasi oleh DLH, yang juga mengetahui bahwa pengelolaan dilakukan oleh masing-masing RW. Meski ada yang masih ribet menata pengelolaannya, namun semuanya selesai di desa dan tidak pernah dibawa keluar,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

Ia menambahkan, Junrejo menjadi desa pertama yang menggagas sistem ini sebelum TPA Tlekung ditutup. Dana desa sebesar Rp20 juta per tahun dialokasikan untuk mendukung pembangunan TPS di tiap RW. 

Sementara itu, Ketua Pengelolaan Sampah RW 05, Dibsuwanto, menegaskan sistem berjalan lancar dengan pengambilan sampah empat kali sepekan. 

“Saya menghimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran memilah sampah di rumah agar memudahkan petugas,” katanya.

Sedangkan Kepala DLH Kota Batu, Dian Fachroni, menjelaskan bahwa pengelolaan sampah kini difokuskan melalui 34 unit Tempat Pengolahan Sampah Reuse-Reduce-Recycle (TPS3R). 

“Pemkot Batu menambah unit TPS3R dari 19 menjadi 34, memindahkan tanggung jawab pengolahan sampah dari TPA ke tingkat desa agar lebih dekat dengan sumbernya. Program utamanya meliputi penggunaan komposter rumah tangga, pengolahan sampah organik menjadi kompos, dan penguatan ekonomi sirkular, dengan total sampah mencapai 44 ribu ton per tahun,” paparnya.

DLH Kota Batu juga meluncurkan Gerakan Dekomposter Desa dan Kelurahan dengan distribusi 10 ribu komposter rumah tangga. Selain itu, kebijakan zero waste dan one day process diterapkan saat musim liburan untuk mengatasi lonjakan sampah. 

Tren pengaduan masyarakat pun menurun dari 16 kasus pada 2024 menjadi 13 kasus pada 2025. Program Desa Berseri turut mendorong partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. 

Dengan pendekatan desentralisasi, Kota Batu menargetkan pengurangan sampah dari hulu serta peningkatan kesadaran masyarakat dan pengelola wisata demi lingkungan yang lebih bersih dan sehat. (adv/adi/mar)