Cegah Aksi Nekat, Jembatan Cangar Dipasangi Pagar 2,5 Meter dan CCTV

Cegah Aksi Nekat, Jembatan Cangar Dipasangi Pagar 2,5 Meter dan CCTV Kasatreskrim Polres Batu, AKP Joko Supriyanto, bersama jajaran DPUPR Provinsi Jatim saat melakukan survei di lokasi jembatan. (dok. Ist)

KOTA BATU,BANGSAONLINE.com - Polres Batu bersama Pemprov Jawa Timur dan Pemkot Batu akan memasang pagar pelindung serta CCTV di Jembatan Cangar untuk mencegah aksi bunuh diri.

Maraknya kejadian di Jembatan Cangar, Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, yang menjadi perbatasan Kota Batu dan Kabupaten Mojokerto, mendapat perhatian serius dari Satreskrim Polres Batu dan pemerintah daerah.

Dalam waktu dekat, sekitar pertengahan Mei 2026, Satreskrim Polres Batu bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Provinsi Jawa Timur serta Pemkot Batu berencana membangun pagar pengaman dan memasang kamera pengawas di Jembatan Cangar 1 dan 2.

Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya pencegahan sekaligus mengantisipasi kejadian serupa yang belakangan ramai diperbincangkan di media sosial.

Kapolres Batu AKBP Dr. Aris Purwanto melalui Kasatreskrim AKP Joko Supriyanto menjelaskan, rencana tersebut merupakan hasil koordinasi dengan DPUPR Provinsi Jawa Timur guna meningkatkan keamanan di lokasi wisata tersebut.

"Ya, hasil dari pembicaraan dengan DPUPR Provinsi Jatim menghasilkan sejumlah langkah konkret yang, dalam waktu dekat ini akan segera direalisasikan, yakni memasang pagar pelindung dan CCTV untuk memantau keadaan di lokasi Jembatan Cangar 1 dan 2," ujarnya, Senin (4/5/2026).

Ia menyebut, pagar pengaman yang akan dibangun memiliki tinggi sekitar 2,5 meter dengan konstruksi jeruji besi.

"Nanti desainnya itu akan dibuat bagus dan menarik, sehingga kesannya nanti tidak menimbulkan kesan yang menyeramkan," ungkapnya.

Selain pagar, sistem pengawasan juga akan diperkuat melalui pemasangan kamera CCTV dan lampu penerangan di sepanjang area jembatan.

"Rencananya, juga dipasang kamera pengawas (CCTV) di sepanjang area jembatan, selain itu juga dipasang lampu untuk menerangi jalan, sehingga menciptakan rasa aman dan nyaman bagi para pengendara yang setiap harinya melintas," paparnya.

Joko menambahkan, pembangunan pagar pengaman menjadi tanggung jawab DPUPR Provinsi Jawa Timur, sementara fasilitas pendukung lainnya masih dalam proses pengajuan oleh pemerintah daerah.

"Kalau untuk pemasangan CCTV, listrik, dan lampu penerangan jalan, saat ini masih dalam proses pengajuan oleh Pemkot Batu,” urainya.

Sementara itu, warga Desa Sumberbrantas, Purnomo (49), mengapresiasi rencana tersebut dan berharap dapat mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

"Terus terang saya mengapresiasi sekaligus mendukung, maka dengan begitu tidak ada aksi nekat untuk bunuh diri lagi, sehingga para wisatawan yang berkunjung ke Cangar semakin banyak dan tidak terkesan aura mistis, sehingga perekonomian warga disini terdongkrak naik," ujarnya.

Menurutnya, kolaborasi antara aparat penegak hukum dan pemerintah daerah maupun provinsi dapat menekan potensi kejadian serupa.

"Karena sudah dua kali ini terjadi, tentu hal itu juga meresahkan warga disini (Cangar-red). Kami berharap, Jembatan Cangar tidak lagi menjadi tempat rawan untuk melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan bersama, tapi menjadi jalan alternatif yang aman dan nyaman bagi para pengendara dan pengguna jalan yang melintas," tandasnya. (asa/van)